Gerindra Kaji Ulang Usung Demiz-Saikhu

0
Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu
Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu

jabarekspres.com, BANDUNG – Kabar mengejutkan datang dari koalisi Gerindra-PKS, secara tiba tiba partai besutan Prabowo Subianto itu menyebutkan belum final untuk mengusung pasangan Ahmad Syaikhu dan Deddy Mizwar. Padahal sebelumnya, pada 17 Agustus lalu mereka telah sepakat.

Ketua DPD Gerindra Mulyadi dalam siaran persnya menyebutkan alasan kenapa pihaknya kembali mempertimbangkan pasangan itu. Sebut dia lantaran, hingga hari ini belum ada progress yang menggembirakan baik dari kandidat yang akan diusung maupun partai pengusungnya.

”Karena Pak Prabowo selalu meminta laporan atas perkembangan di Jabar dan beliau selalu mendengarkan apa pun masukkan dan informasi dari saya selaku ketua DPD,” kata Mulyadi dalam siaran pers yang diterima redaksi, kemarin.

Sehingga sebut dia, pasangan yang pada 17 Agustus lalu mengusung pasangan Demiz-Saikhu itu pun akan menjadi sulit untuk direalisasikan. ”Karena pertimbangan atas kesiapan kandidat dan PKS, belum lagi statement Pak Saikhu kemarin di acara konsolidasi PKS Kabupaten Bandung. Beliau mengatakan kalau boleh memilih, beliau lebih suka tetap di Kota Bekasi dan juga merasa namanya belum dikenal di Jabar,” tandas Mulyadi.

Selain itu tambah dia, untuk pembicaraan koalisi pun sejauh ini belum ada pembahasan yang mengarah kerjasama yang bersifat sinergi, antara Gerindra dan PKS. ”Sampai hari ini tidak ada komunikasi dari pengurus PKS untuk membicarakan bagaimana formulasi kerjasama koalisi. Baik program Pilgub, tim dan segala aspek bagi upaya untuk memenangkan Pilgub 2018,” tambahnya.

Sehingga sebutnya, sejak hari kemarin apa yang disampaikan pada 17 Agustus lalu terkait rencana pengusungan pasangan Demiz-Saikhu, belum final. ”Saya selaku ketua Gerindra Jabar nyatakan pasangan tersebut belum final, artinya kembali cair,” ungkapnya.

Bahkan dalam waktu dekat Mulyadi akan menemui Iwan Sulanjana selaku Ketum DPD Demokrat untuk kembali membahas kemungkinan kerjasama di Pilgub Jabar. ”Atau jika perlu Gerindra bicara di depan ketua ketua DPD dan DPW PAN dan PPP, karena mereka sudah membuat poros baru. Gerindra akan kembali mengkaji memunculkan kandidat lain, ini semua dilakukan untuk kepentingan masyarakat Jabar dan rencana strategis Gerindra di 2019,” imbuhnya.

Sehingga dikatakan Mulyadi, dia berharap PKS bisa memahami sikap Gerindra yang tidak mau gagal dalam Pilgub, salah satu parameter Gerindra untuk maju mengusung dengan syarat harus menang. ”Untuk itu kami akan kembali mengkaji dan membuka semua potensi kandidat dan partai yang bisa kerjasama,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Jawa Barat Oded M. Danial menganggap keinginan DPD Partai Gerindra Mulyadi yang ingin pendamping Deddy Mizwar, Ahmad Syaikhu dalam Pemilihan Gubernur Jabar diganti, kecil kemungkinan dapat terjadi.

”Statementnya kan baru akan mengkaji. Bisa jadi kajiannya diteruskan bisa juga tidak. Hanya perlu lebih banyak silaturahmi lagi,” kata Oded di Balaikota Bandung.

Oded menyampaikan fenomena ini terjadi akibat masih adanya ketidaksinkronan di tingkat daerah. Menurut dia solusi terbaik dalam menyelesaikan masalah ini adalah dengan lebih banyak melakukan komunikasi.

”Kalau ada yang belum sinkron satu suara tentu perlu kita komunikasikan lagi. Jika dari gerindra menganggap kurang komunikasi tentu kita harus tingkatkan lagi komunikasinya,” tuturnya.

Oded menambahkan sikap PKS dan Gerindra dalam mengusung kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar masih tetap sama sesuai dengan kesepakatan antara DPP PKS dengan DPP Partai Gerindra. ”PKS masih tetap solid mendukung Deddy Mizwar – Ahmad Syaikhu,” tandasnya. (pan/nif/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here