Bandung Tolak Segala Bentuk Kekerasan

0
HUMAS PEMKOT FOR JABAR EKSPRES
WUJUD KEBERAGAMAN: Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil saat meresmikan Bandung Chinatown di Jalan Kelenteng, Minggu (20/8). Sebagai destinasi wisata kota nomor satu di Indonesia, Bandung dituntut untuk selalu menyediakan pilihan baru bagi para pelancong. Bandung menjadi kota percontohan karena menghormati perbedaan.

jabarekspres.com, BANDUNG – Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil mengungkapkan kepriha­tinannya atas apa yang ter­jadi pada warga etnis Ro­hingya di Myanmar. Men­urutnya, apa yang menimpa mereka merupakan persoa­lan kemanusiaan yang harus segera diselesaikan.

Ridwan menyatakan, Bandung selaku ibu kota solida­ritas Asia Afrika memiliki peran dan tanggung jawab untuk menolak segala bentuk kekerasan, apalagi yang men­gatasnamakan ras, suku bang­sa maupun agama. Bandung menjadi contoh bagaimana keharmonisan dan kerukunan antar bangsa bisa terjadi dengan cara saling menghormati.

”Bandung sendiri menjadi contoh. Kita adalah kota yang menghormati perbedaan ke­bebasan beragama. Nah kita sangat sedih dengan kejadian di Myanmar. Kita meyakini bahwa membunuh satu ma­nusia sama dengan membunuh seluruh kemanusiaan,” tutur Ridwan di Pendopo Kota Bandung, kemarin (4/9).

Baginya, kekerasan hanya akan menimbulkan rantai kebencian baru. Kekerasan bukanlah solusi atas perma­salahan yang menimpa umat manusia. Maka dari itu, Rid­wan turut menyerukan agar Pemerintah Myanmar men­ghentikan segala bentuk ke­kerasan yang ditimpakan kepada warga Rohingnya di Rakhine. Apa yang terjadi di Myanmar merupakan duka bagi dunia dan kemanusiaan.

”Oleh karena itu kita men­desak kepada Pemerintah Myanmar bahwa seluruh du­nia itu sedang melihat dan memperhatikan dan men­gungkapkan rasa sedihnya. Segeralah hentikan tragedi kemanusiaan ini atas nama apapun juga. Kedepankan dialog kemanusiaan,” tegasnya.

Tak hanya kepada Pemerin­tah Myanmar, Ridwan juga mengajak kepada negara-negara yang berada di se­kitarnya agar juga mau membukakan pintu bagi para pengungsi Rohingya. Memberikan pertolongan kepada mereka adalah wu­jud rasa persaudaraan se­sama umat manusia. ”Ya­kinilah bahwa kamipun pasti membantu kalau butuh kebutuhan kebutuhan untuk para pengungsi baik mela­lui PBB ataupun langsung dari Bandung,” imbuhnya.

Ridwan sendiri telah meng­instruksikan kepada jajaran­nya untuk memberikan ban­tuan bagi warga Rohingya, sebagaimana yang ia lakukan untuk warga Palestina bebe­rapa waktu lalu. Instruksi tersebut ia sampaikan ke­pada Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) hingga ke kewilayahan dan masjid-masjid. (hms/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here