Tagana di Tasikmalaya Masuk Sekolah, Tanamkan Budaya Siaga Bencana Sejak Dini

Tagana di Tasikmalaya Masuk Sekolah, Tanamkan Budaya Siaga Bencana Sejak Dini
Pemateri dari FK Tagana saat memberikan pemahaman tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Foto/Video : FK Tagana Tasikmalaya
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Forum Koordinasi (FK) Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk membekali siswa baru dengan pengetahuan kebencanaan.

Melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS) para peserta didik diharapkan mendapatkan edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana sedari dini.

Dua sekolah yang didatangi kali ini adalah SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Singaparna. Keduanya disambangi para pemateri dari Tagana pada Selasa (14/7/2026) di saat rangkaian kegiatan MPLS.

Baca Juga:Kapolres Tasikmalaya Pererat Soliditas dengan Kodim 0612, Komitmen Jaga Keamanan Wilayah BersamaDua Pelaku Curanmor di Desa Karangmekar Tasikmalaya Dibekuk Polisi, Satu Lainnya DPO

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia sekolah. Para siswa dikenalkan pada berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, sekaligus diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi dan penyelamatan diri saat keadaan darurat.

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan program Tagana Masuk Sekolah merupakan langkah preventif agar generasi muda memiliki pengetahuan dasar tentang kebencanaan sebelum menghadapi situasi darurat yang sebenarnya.

“Melalui program ini kami ingin menanamkan kesadaran kepada para pelajar bahwa pengetahuan tentang kebencanaan sangat penting dimiliki sejak dini. Harapannya mereka tidak panik saat menghadapi bencana dan mampu mengambil tindakan yang tepat untuk menyelamatkan diri maupun membantu orang lain,” ujar Jembar saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, Kabupaten Tasikmalaya memiliki beragam potensi bencana, mulai dari banjir, longsor, gempa bumi hingga kekeringan. Karena itu, edukasi kepada pelajar menjadi salah satu investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.

Selama kegiatan berlangsung, anggota Tagana menyampaikan materi secara interaktif melalui diskusi, simulasi, dan tanya jawab. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait langkah-langkah penyelamatan diri ketika terjadi bencana di sekolah maupun di rumah.

Jembar berharap program ini dapat terus diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Tasikmalaya sehingga semakin banyak pelajar yang memahami pentingnya mitigasi bencana.

“Anak-anak sekolah diharapkan tidak hanya menjadi peserta didik yang memahami teori, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Budaya siaga bencana harus dibangun bersama sejak dini,” pungkasnya. (Hendi)

0 Komentar