Baznas: Banyak ASN Bandung Barat Belum Bayar Zakat

Wakil Ketua 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas KBB, Saiful Rachman. Jumat (6/10). Foto Jabarekspres
Wakil Ketua 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas KBB, Saiful Rachman. Jumat (6/10). Foto Jabarekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebut zakat profesi dari ASN Pemkab Bandung Barat dan masyarakat belum maksimal.

Ia menjelaskan, besaran zakat profesi yang diberikan oleh ASN Pemkab Bandung Barat setiap bulannya sebesar 2,5 persen dari tunjangan kinerja (Tukin) yang otomatis dipotong setiap bulannya.

Salah satu syarat ASN yang masuk perhitungan sebagai pemberi zakat  adalah yang memiliki penghasilan setara 8,5 gram emas dalam setahun.

Baca Juga:Dukung Kedatangan Anies ke Bandung Barat, Kawani Amin Pasang BadanWasnaker Berhasil Gagalkan 54 Calon Pekerja Migran Indonesia Ilegal, Ada 18 Warga Jabar

“Sampai sekarang, zakat profesi dari ASN KBB masih menjadi yang paling dominan. Seandainya saja hambatan zakat profesi, efeknya akan menghambat pada pendistribusian ke mustahik,” ungkapnya.

Untuk mengoptimalkan zakat profesi dari ASN Pemkab Bandung Barat, Baznas KBB sebelumnya sudah menggelar rapat audensi dengan Pj Bupati Bandung Barat dengan harapan bisa lebih mensupport ASN agar bisa menyalurkan zakat profesinya melalui Baznas KBB

“Kami berharap pak Pj Bupati bisa lebih mendorong dan menguatkan tidak hanya zakat profesi, tapi juga infak dan sedekah dari ASN KBB,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif menegaskan akan mendukung Baznas KBB. Sebab, zakat merupakan salah satu dari Rukun Islam.

“Oleh karena itu, ketika hendak akan berzakat akan lebih baik disalurkan melalui Baznas. Harus kita dukung penyaluran zakat melalui Baznas. Karena melalui lembaga ini, penyaluran zakat akan lebih tepat sasaran,” tandasnya. (Mg5)

0 Komentar