JABAR EKSPRES – Kebakaran hebat melanda Pool Damri di Jalan Kebon Kawung, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (8/11/2026).
Kobaran api tidak hanya menghanguskan 10 unit bus Damri, tetapi juga merembet ke permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.
Peristiwa tersebut mengakibatkan belasan rumah warga turut terbakar. Hingga Minggu, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan pemadaman untuk mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas.
Baca Juga:Diduga Dipicu Konvoi Pemotor, Keributan di Cigorowek Berujung Pembakaran Dua MotorRuang Kelas Berganti Tenda, Semangat Siswa SDN Cioray Bojonggambir Terap Menyala
Kapolsek Cicendo AKP Darno mengatakan, berdasarkan informasi sementara, titik awal kebakaran berasal dari salah satu bus yang berada di bagian pojok area pool.
“Ada 10 bus (Damri) yang terbakar. Kalau rumah warga sekitar belasan yang turut terbakar dari informasi. Titik api awalnya dari bus yang pojok,” kata Darno.
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab kebakaran tersebut. Petugas masih melakukan penanganan di lokasi kejadian. Setelah proses pemadaman dan penanganan selesai, area kebakaran akan dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
“Tapi, penyebabnya kami sampai saat ini belum tahu. Karena nanti akan kami perbaharui lagi informasinya,” ujarnya.
Di tengah proses pemadaman, warga yang rumahnya terdampak kebakaran mulai menghadapi kenyataan kehilangan tempat tinggal dan barang-barang berharga.
Salah seorang warga terdampak, Surawan (43), mengaku mengetahui peristiwa kebakaran saat sedang membawa penumpang di sekitar Stasiun Bandung. Saat itu, penumpangnya sempat memberitahukan adanya kepulan asap hitam tebal dari arah permukiman dekat Pool Damri.
Mendapat informasi tersebut, Surawan langsung bergegas menuju gang permukiman untuk melihat kondisi rumahnya.
Baca Juga:Politeknik Al Islam Bandung Gelar Pelatihan PPR Radiologi Konvensional Gelombang KeduaSiswa Belajar di Teras akibat Kelas Ambruk, Kapolres Tasikmalaya Langsung Turun Tangan
“Saya langsung bergegas reflek berlari menuju gang permukiman begitu melihat tanda-tanda kebakaran,” tuturnya.
Namun, cepatnya kobaran api membuat ia tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah. Api dengan cepat melalap bangunan hingga menyisakan kerusakan akibat kebakaran.
Atas kejadian tersebut, dirinya meminta pihak Damri bertanggung jawab terhadap kerugian yang dialami warga, terutama mereka yang rumahnya ikut terbakar akibat peristiwa tersebut.
“Tak ada barang berharga yang bisa diselamatkan, karena api dengan cepat melalap seluruh bangunan. Kami minta pihak DAMRI bertanggung jawab atas peristiwa ini dengan mengganti rugi rumah yang terbakar,” tegasnya.
