Karena itu, ia berharap perhatian dari Polres dan Tagana dapat menjadi pemantik bagi pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret. Sebab, tenda darurat hanya menjadi solusi sementara, sementara para siswa tetap membutuhkan ruang kelas yang aman dan layak untuk menunjang kegiatan belajar.
Kolaborasi Polres Tasikmalaya dan Tagana ini menjadi gambaran bahwa penanganan dampak bencana tidak hanya berkaitan dengan pemulihan infrastruktur, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, termasuk keberlangsungan pendidikan anak-anak.
Di tengah keterbatasan fasilitas, kehadiran tenda darurat setidaknya memberikan harapan bagi siswa SDN Cioray untuk kembali belajar dengan lebih nyaman. Namun, pemulihan fasilitas pendidikan secara permanen tetap menjadi pekerjaan yang perlu segera dituntaskan agar anak-anak tidak terlalu lama belajar dalam kondisi darurat. (Hen)
