Cuaca Ekstrem Intai Bandung Barat, 5 Kecamatan Jadi Perhatian BPBD

Atap rumah milik sejumlah warga di Kecamatan Padalarang, Bandung Barat rusak usai diterjang hujan disertai ang
Atap rumah milik sejumlah warga di Kecamatan Padalarang, Bandung Barat rusak usai diterjang hujan disertai angin kencang. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Memasuki masa peralihan musim, masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Hujan deras yang mulai mengguyur sejumlah wilayah, bahkan disertai angin kencang, menjadi tanda meningkatnya risiko bencana yang perlu diantisipasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mengingatkan bahwa perubahan cuaca tersebut berpotensi memicu berbagai bencana, mulai dari banjir, tanah longsor hingga angin kencang. Terlebih, kondisi geografis sejumlah wilayah Bandung Barat memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi.

Baca Juga:Ruang Kelas Berganti Tenda, Semangat Siswa SDN Cioray Bojonggambir Terap MenyalaPoliteknik Al Islam Bandung Gelar Pelatihan PPR Radiologi Konvensional Gelombang Kedua

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD KBB, Dedi Supriadi, mengatakan hujan dengan intensitas cukup tinggi sudah terjadi selama beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana.

“Ya hujan sekarang mulai turun, intensitasnya lumayan deras disertai dengan angin kencang. Sudah beberapa hari ini hujannya,” ujar Dedi, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, ancaman bencana hidrometeorologi dapat terjadi di seluruh kecamatan di Bandung Barat. Namun, wilayah dengan karakteristik geografis berupa perbukitan dan lereng memiliki risiko lebih besar terhadap tanah longsor.

Sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus di antaranya Kecamatan Gununghalu, Rongga, Cipongkor, Cisarua, dan Lembang.

“Semua kecamatan tentunya berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi di musim hujan ini. Banjir di hampir semua daerah ada kemungkinan terjadi, lalu longsor di daerah yang konturnya berbukit,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD KBB terus memperkuat upaya mitigasi dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Salah satunya melalui optimalisasi peran anggota Desa Tangguh Bencana (Destana).

Menurut Dedi, anggota Destana telah mendapatkan pembekalan mengenai pengetahuan dasar mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

Baca Juga:Siswa Belajar di Teras akibat Kelas Ambruk, Kapolres Tasikmalaya Langsung Turun TanganPengendara Tertib di Tasikmalaya Dapat Hadiah Kupat Tahu Mangunreja

Mereka diharapkan menjadi bagian penting dalam menyampaikan edukasi kebencanaan kepada warga di lingkungan masing-masing.

“Kita melibatkan anggota Destana, karena mereka sudah dibekali dengan pengetahuan soal memitigasi risiko bencana. Selain tentunya kita melakukan edukasi terus-menerus,” tuturnya.

BPBD juga mengingatkan warga yang bermukim di sekitar tebing, lereng perbukitan, bantaran sungai, serta kawasan rawan bencana agar lebih peka terhadap perubahan kondisi lingkungan.

0 Komentar