Meski penurunan harga minyak memberikan sentimen positif, pergerakan rupiah diperkirakan belum sepenuhnya lepas dari tekanan eksternal. Pelaku pasar masih bersikap hati-hati menjelang rilis sejumlah indikator ekonomi penting dari Amerika Serikat maupun Indonesia.
“Data AS di antaranya data pekerjaan Jolt dan NFP serta data ISM, dari domestik investor menantikan data PDB (Produk Domestik Bruto) kuartal III Indonesia pada hari Kamis. PDB YoY (year on year) Indonesia diperkirakan 5,2 persen, turun dari 5,29 persen, sedangkan QoQ (quarter over quarter) tumbuh 1,3 persen, lebih rendah dari 3,73 persen sebelumnya,” ungkap Lukman.
