JABAR EKSPRES – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dengan menyasar kalangan pelajar. Salah satu langkah yang disiapkan yakni menggandeng Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Cimahi untuk menyisipkan edukasi bahaya narkoba dalam berbagai kegiatan kepramukaan.
Plt Kepala BNN Kota Cimahi, Irzan, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Melalui kegiatan Pramuka, para peserta nantinya akan mendapatkan pembekalan mengenai bahaya narkoba.
“Maka di sini nanti kita berkolaborasi dengan Kwarcab Pramuka Cimahi bahwa nanti pada setiap kegiatan Pramuka, akan bersama-sama memberikan materi,” kata Irzan di Gedung A Pemkot Cimahi, Selasa (3/11/2026).
Baca Juga:XPENG Resmikan Experience & Service Center ke-11 di Bandung, Hadirkan Layanan 3S TerintegrasiPerkuat Pasokan Energi Nasional, PGN LNG Terima 25 Kargo LNG Hingga Triwulan III 2026
Menurut Irzan, materi yang diberikan akan difokuskan pada upaya membangun kesadaran anak-anak agar mampu mengenali sekaligus menjauhi penyalahgunaan narkoba.
Selain melalui kegiatan kepramukaan, BNN Kota Cimahi juga akan mengerahkan para penyuluh untuk memperluas sosialisasi di lingkungan pendidikan. Edukasi mengenai bahaya narkotika dinilai perlu diberikan sedini mungkin, bahkan sejak anak-anak berada di jenjang taman kanak-kanak (TK).
“Karena memang narkotika ini yang harus kita jaga itu anak-anak sekolah kita ini kalau dari mulai sekolah SD, malah bisa dikatakan mulai dari TK ya, kita bisa mulai mengenal bahwa ada bahaya yang bisa mengancam mereka untuk anak anak SD, SMP, SMA,” ujar Irzan.
Upaya pencegahan tersebut juga akan diperkuat melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi. BNN mendorong agar materi antinarkoba dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran sekolah sehingga edukasi tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi sesaat.
“Kita memang, bersama Disdik memasukkan kurikulum antinarkoba itu di kurikulum, di guru-guru sekolah-sekolah nantinya,” sambungnya.
Irzan menilai langkah tersebut penting mengingat aktivitas dan produktivitas anak-anak usia sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA, semakin tinggi. Di sisi lain, karakteristik Kota Cimahi yang padat penduduk dan menjadi wilayah perlintasan membuat berbagai pengaruh dari kota-kota besar berpotensi masuk ke daerah tersebut.
“Untuk itulah, kita perlu penguatan-penguatan. Dengan ada program kurikulum narkoba yang masuk ke sekolah-sekolah, ditambah program Pramuka, supaya anak-anak ada berkegiatan, jangan sampai mereka pasif, akhirnya masuklah pengaruh-pengaruh negatif tadi,” tutur Irzan.
