JABAR EKSPRES – Memasuki musim hujan, masyarakat Kota Cimahi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi. Ancaman tanah longsor, banjir, hingga genangan air menjadi perhatian yang perlu diantisipasi sejak dini.
Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, mengimbau masyarakat bersama seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca dan tingginya intensitas hujan.
Menurut Wahyu, peristiwa tanah longsor yang terjadi di Perumahan Buana Flamingo, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, harus menjadi pengingat bahwa ancaman bencana saat musim hujan membutuhkan perhatian serius.
Baca Juga:XPENG Resmikan Experience & Service Center ke-11 di Bandung, Hadirkan Layanan 3S TerintegrasiPerkuat Pasokan Energi Nasional, PGN LNG Terima 25 Kargo LNG Hingga Triwulan III 2026
“Peristiwa longsor yang terjadi di Perumahan Buana Flamingo, Cibeber, Cimahi Selatan, menjadi pengingat bagi kita semua bahwa risiko bencana di musim hujan bukan sekadar ancaman yang harus ditunggu, namun harus diantisipasi sejak dini,” kata Wahyu, Selasa (3/11/2026).
Ia menegaskan, upaya pencegahan bencana tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan dan kepedulian masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana di lingkungan masing-masing.
Selain longsor, Wahyu turut menyoroti persoalan banjir dan genangan air yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah Kota Cimahi, terutama ketika curah hujan meningkat.
Menurutnya, kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan dapat memperburuk kondisi tersebut. Sampah yang menumpuk di saluran air berpotensi menghambat aliran sungai maupun drainase sehingga memicu terjadinya genangan hingga banjir.
“Peran kedisiplinan warga sangat menentukan, karena kebiasaan membuang sampah sembarangan ke saluran air atau di area terbuka dapat menyumbat aliran sungai dan drainase, yang pada akhirnya memperparah genangan maupun banjir,” sebutnya.
Tak hanya berdampak terhadap lingkungan, genangan air yang dibiarkan dalam waktu lama juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan. Kondisi tersebut dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk dan bakteri yang meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.
“Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan dinilai sebagai langkah mitigasi paling sederhana namun berdampak besar,” ujarnya.
Baca Juga:Tampil dengan Wajah Baru, Terrazo Food & Venue Festival Citylink Hadirkan Sensasi Kuliner dan Ruang HangoutMenembus Zaman: Resep Bluebird Beradaptasi Tetap Relevan
Di tengah kondisi cuaca yang kerap berubah dan intensitas hujan cukup tinggi, Wahyu juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kesehatan keluarga.
Perhatian khusus, kata dia, perlu diberikan kepada anak-anak yang lebih rentan terserang penyakit, terutama saat terjadi pergantian musim.
