Dalam upacara tersebut Sumarno membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Sambutan itu menegaskan kembali makna Sumpah Pemuda sebagai ikrar yang menyatukan perbedaan dan memperkuat tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa, Indonesia.
Dalam sambutan disampaikan, kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, atau kekayaan material. Kemajuan sejati juga ditentukan oleh kualitas manusia, karakter, kecintaan terhadap tanah air, dan kepedulian kepada sesama.
Karena itu, generasi masa depan Indonesia diharapkan memiliki tiga karakter utama, yakni patriotik, gigih, dan berempati.
Baca Juga:Taj Yasin Kawal Pembangunan Hybrid Seawall, Warga Demak Menatap Pemulihan TambakGaya Kepemimpinan Merakyat Ahmad Luthfi Curi Perhatian Para Akademisi Ilmu Sosial dan Politik
Sikap patriotik diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata untuk bangsa dan negara. Kegigihan ditunjukkan dengan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan maupun kegagalan. Sementara itu, empati berarti mampu memahami kesulitan orang lain dan bersedia memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, generasi muda diajak untuk terus mengembangkan kemampuan, bekerja keras, serta berani mengambil peran dalam kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat.(*)
