Remaja 15 Tahun Hilang Berhari-hari, Keluarga di Padakembang Tasikmalaya Minta Bantuan KPAID

Keluarga RN datangi KPAI laporkan anak hilang/Foto: Hendi
Keluarga RN datangi KPAI laporkan anak hilang/Foto: Hendi
0 Komentar

Bahkan, sebelum akhirnya berhenti sekolah, RN disebut pernah berpamitan berangkat dari rumah, tetapi tidak pernah sampai ke sekolah.

Meski demikian, belum diketahui apakah pengalaman tersebut memiliki kaitan dengan kepergian RN pada 13 Oktober lalu. Hal itu masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Kakak RN, turut mendampingi ibunya mendatangi KPAID Kabupaten Tasikmalaya untuk melaporkan kejadian tersebut dan meminta bantuan agar keberadaan adiknya bisa segera ditemukan.

Baca Juga:Raih Mandaya Award 2026, Jawa Tengah Sabet Predikat Provinsi Terbaik Pengentasan KemiskinanTaj Yasin Kunjungi Keluarga Syabilla, Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, membenarkan pihaknya telah menerima pengaduan keluarga RN. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti melalui kajian dan penelaahan terhadap berbagai informasi yang disampaikan keluarga.

“Kami menerima pengaduan dan akan mencoba melakukan kajian serta telaah atas peristiwa yang dilaporkan,” ujar Ato.

Ia mengatakan, KPAID juga akan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Tasikmalaya. Selain itu, pihaknya berencana memberikan pendampingan kepada keluarga apabila menempuh langkah pelaporan kepada kepolisian.

Menurut Ato, pihaknya belum dapat memastikan penyebab maupun latar belakang kepergian RN. Karena itu, KPAID akan mengumpulkan keterangan dari keluarga dan menelaah berbagai kemungkinan yang relevan, termasuk persoalan yang mungkin terjadi di lingkungan keluarga.

“Belum bisa dipastikan apa yang menjadi penyebabnya. Kami masih mendalami keterangan-keterangan yang ada untuk mengetahui kemungkinan yang melatarbelakangi peristiwa ini,” jelasnya.

Ato juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemungkinan adanya risiko lain yang dapat mengancam keselamatan anak. Ia menyinggung sejumlah kasus yang belakangan menjadi perhatian publik, termasuk dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus pengantin pesanan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kemungkinan tersebut belum dapat dikaitkan dengan kasus RN. Diperlukan penelusuran dan bukti lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat atau faktor lain yang melatarbelakangi kepergiannya.

Baca Juga:Turun Langsung ke Cilacap, Ini Deretan Aspirasi Warga yang Diterima Wapres Gibran dan Sekda JatengTawuran, Bullying hingga Judi Online Intai Pelajar, Kapolres Tasikmalaya Turun Tangan

Bagi keluarga, yang terpenting saat ini adalah mendapatkan kepastian mengenai keberadaan dan kondisi RN. Sang ibu berharap putrinya segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Di tengah ketidakpastian tersebut, keluarga meminta bantuan berbagai pihak untuk memberikan informasi yang dapat membantu menemukan RN. Setiap petunjuk diharapkan bisa membuka jalan bagi terungkapnya keberadaan remaja itu setelah berhari-hari tak pulang ke rumah. (Hen)

0 Komentar