Tawuran, Bullying hingga Judi Online Intai Pelajar, Kapolres Tasikmalaya Turun Tangan

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi saat memaparkan materi/ Foto: Humas Polres
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi saat memaparkan materi/ Foto: Humas Polres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Masa remaja menjadi fase penting dalam menentukan arah masa depan. Di tengah pergaulan yang semakin kompleks dan derasnya pengaruh dunia digital, pelajar tidak hanya dituntut untuk berprestasi di sekolah, tetapi juga mampu menjaga diri dari berbagai perilaku yang dapat merugikan masa depan mereka.

Pesan itulah yang dibawa Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi saat menyambangi SMA Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya melalui program Police Go To School bertajuk Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK), Senin (26/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ade tidak sekadar memberikan imbauan tentang hukum dan ketertiban. Ia juga mengajak para siswa untuk lebih mengenali risiko pergaulan, bijak menggunakan teknologi, serta berani mengambil keputusan yang benar meski menghadapi tekanan dari lingkungan sekitar.

Baca Juga:Kebakaran Gunung Lawu Tinggal Satu Titik, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran MenyeluruhKebakaran Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepat Rehabilitasi

“Masa depan kalian tidak ditentukan oleh siapa yang paling populer, tetapi oleh siapa yang paling disiplin, mau belajar, dan berani mengambil keputusan yang benar,” ujar Ade di hadapan para siswa.

Menurutnya, membangun generasi muda yang berkualitas tidak cukup hanya dengan bekal pengetahuan akademik. Karakter, kedisiplinan, kesehatan mental, serta kemampuan membedakan hal yang baik dan buruk juga menjadi bekal penting bagi pelajar dalam menghadapi tantangan zaman.

Karena itu, dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyampaikan delapan pesan utama yang diharapkan dapat menjadi pegangan para siswa, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan pertama berkaitan dengan pencegahan tawuran dan geng motor. Para pelajar diingatkan agar tidak mudah terbawa ajakan kelompok yang mengarah pada tindakan kekerasan, apalagi sampai membawa senjata tajam atau terlibat dalam aktivitas kelompok motor ilegal.

Selanjutnya, Ade menekankan pentingnya menghentikan perundungan atau bullying. Menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan itu, sekolah semestinya menjadi tempat yang aman bagi setiap siswa untuk belajar dan berkembang, bukan ruang yang membuat seseorang takut karena diejek, direndahkan, atau dipermalukan, termasuk melalui media sosial.

Ancaman lain yang turut menjadi perhatian adalah penyalahgunaan narkoba, obat-obatan terlarang, judi online, hingga pinjaman online ilegal. Para siswa diminta tidak mudah tergoda oleh iming-iming keuntungan instan maupun ajakan teman yang justru dapat menjerumuskan mereka ke dalam persoalan hukum dan keuangan.

0 Komentar