Pemkab Tasikmalaya Genjot Minat Sains Sejak Dini, STEM Jadi Strategi Cetak Generasi Inovatif

Suasana Festival STEM Jenjang PAUD, PKBM, SD dan SMP Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan
Suasana Festival STEM Jenjang PAUD, PKBM, SD dan SMP Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya di Aula Basemant Setda, Selasa (27/10/2026)/Foto: Hendi/Jabar Ekspres
0 Komentar

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya Wandi Herpiandi menjelaskan, pendekatan STEM mengintegrasikan lima disiplin ilmu untuk membangun kemampuan bernalar, berpikir logis, serta mencari solusi atas berbagai persoalan.

Melalui pendekatan tersebut, siswa didorong untuk tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi juga menerapkannya dalam bentuk eksperimen, inovasi, hingga menghasilkan produk yang memiliki manfaat.

“Tujuan utamanya adalah melatih nalar anak-anak agar terbiasa mencari solusi dari berbagai permasalahan dengan menghasilkan suatu produk. Melalui pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), anak-anak diberikan ruang untuk bertanya, mencoba, bahkan berbuat salah untuk kemudian berefleksi,” kata Wandi.

Baca Juga:Remaja 15 Tahun Hilang Berhari-hari, Keluarga di Padakembang Tasikmalaya Minta Bantuan KPAIDRaih Mandaya Award 2026, Jawa Tengah Sabet Predikat Provinsi Terbaik Pengentasan Kemiskinan

Menurutnya, proses belajar yang memberikan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi menjadi bagian penting dalam membangun keberanian berpikir dan kreativitas. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menerima materi dari guru, tetapi turut terlibat aktif dalam menemukan jawaban atas persoalan yang dihadapi.

Penguatan pembelajaran berbasis STEM juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya, terutama dalam mendongkrak capaian Rapor Pendidikan pada aspek literasi, numerasi, dan penguatan karakter siswa.

Untuk mendukung implementasinya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkala serta percepatan penerapan pembelajaran berbasis masalah di ruang kelas.

Melalui upaya tersebut, Pemkab Tasikmalaya berharap sekolah mampu menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang tidak hanya memahami ilmu pengetahuan, tetapi juga terampil menerapkannya untuk menghasilkan inovasi dan menjawab tantangan pembangunan daerah. (Hen)

0 Komentar