Selain rumah warga, bencana tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sembilan fasilitas umum. Bangunan yang terdampak meliputi masjid, madrasah, posyandu, kantor ketahanan pangan, hingga bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Fasilitas umum yang rusak tersebut tujuh unit di Desa Padalarang dan dua unit di Kertajaya,” papar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD KBB, Yoga Ali Imbran.
Pasca kejadian, BPBD KBB bersama perangkat Desa Padalarang, kepala dusun, relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), pengurus RT dan RW, serta masyarakat setempat melakukan pendataan dan asesmen terhadap bangunan yang terdampak.
Baca Juga:Update Kasus Penyerangan di Caringin, Sejumlah Terduga Pelaku Berhasil Diciduk Sunset di Pantai 2026 Bawa Pesan Konservasi, 102 Bibit Mangrove Ditanam di Pulau Pramuka
Petugas gabungan bersama warga juga bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat terjangan angin. Upaya tersebut dilakukan untuk membersihkan area terdampak dan membantu pemulihan lingkungan permukiman.
BPBD KBB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat memicu bencana hidrometeorologi.
“Kami bersama warga dan petugas gabungan masih bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh akibat terjangan angin,” pungkas Yoga. (Wit)
