Ditimpa Pohon Beringin, Ruang Komputer SMK LPPM-RI Ambruk

Ruang TKA SMK LPPM-RI Padalarang ambruk usai ditimpa pohon beringin. Dok istimewa
Ruang TKA SMK LPPM-RI Padalarang ambruk usai ditimpa pohon beringin. Dok istimewa
0 Komentar

Jabar Ekspres – Pohon beringin berukuran besar tumbang dan menyebabkan ruang Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMK LPPM-RI Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ambruk, Senin (26/10/2026).

Akibat kejadian tersebut, sekitar 55 unit komputer mengalami kerusakan. Meski bangunan dan fasilitas sekolah terdampak cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Kepala SMK LPPM-RI, Visa Irany Thresna Dewi, mengatakan pohon beringin yang berada di belakang bangunan sekolah tumbang saat hujan disertai angin kencang hingga menghantam atap ruang komputer di lantai dua.

Baca Juga:Operasi Patuh Lodaya 2026 di Tasikmalaya Libatkan Tim Gabungan, Bidik Pelanggaran dan Tekan KecelakaanSambut 2027 dengan Nuansa Dunia Fantasi, Bigland Bogor Hotel Siapkan Gala Dinner hingga Grand Prize

“Yang paling parah itu ruang komputer di bagian atas. Di belakang ruangan ada pohon besar yang tumbang dan menimpa atap bangunan,” ujar Visa saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, ruangan tersebut biasa digunakan untuk kegiatan praktik siswa sekaligus menunjang persiapan pelaksanaan TKA. Di dalamnya terdapat sekitar 55 unit komputer yang terdampak akibat kejadian tersebut.

“Saat pohon tumbang, kegiatan belajar mengajar telah selesai sehingga ruangan dalam keadaan kosong. Alhamdulillah tidak ada siswa maupun guru yang menjadi korban,” katanya.

Visa memperkirakan kerugian akibat kerusakan bangunan dan fasilitas sekolah mencapai Rp300 juta. Meski demikian, pihak sekolah berupaya agar kegiatan pembelajaran dan persiapan TKA tetap berjalan sesuai jadwal.

“Insyaallah persiapan TKA tidak akan terganggu. Kami juga memiliki komputer cadangan yang bisa digunakan,” katanya.

Untuk sementara, aktivitas yang sebelumnya dilakukan di ruang terdampak akan dialihkan ke ruangan lain di lantai bawah yang dinilai lebih aman.

Terpisah, penjaga sekolah, Kusnadi (67), mengatakan angin kencang sempat berputar di area sekolah sebelum pohon beringin tumbang dan menghantam bangunan lantai dua.

Baca Juga:Bersuara Volume 2 Hadir di Kebun Raya Bogor, Padukan Konser Musik dan Suasana AlamĀ Slamet Trail Run 2026 Jadi Upaya Pulihkan Wisata Guci Tegal

Menurutnya, setelah kejadian, para guru bergotong royong membersihkan puing-puing genteng dan atap yang berserakan. Mereka juga memindahkan komputer ke ruangan di lantai bawah agar persiapan TKA yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya tetap berjalan.

“Kejadiannya sangat menakutkan dan berlangsung singkat. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Kebetulan siswa sudah selesai mengikuti TKA sesi pertama,” kata Kusnadi. (Wit)

0 Komentar