Angka tersebut turun dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 38.296 ton. Hingga Agustus 2026, realisasi produksi tercatat 28.748 ton dari target 29.648 ton.
Wiwin menyebut, berkurangnya ketersediaan air akibat musim kemarau menjadi salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas pembudidaya. Keterbatasan air membuat ruang untuk kegiatan budidaya ikut menyusut.
“Ketika ketersediaan air terus menurun, kegiatan budidaya juga ikut terbatas. Kondisi ini pada akhirnya berdampak terhadap produktivitas pembudidaya,” ungkapnya.
Baca Juga:Cegah Kerugian Pembudidaya, Dispernakan KBB Ingatkan Potensi UmbalanSaguling Kian Surut, Pembudidaya KJA dan Petani Kelimpungan
Wiwin berharap produksi ikan kembali meningkat menjelang akhir tahun seiring perkiraan datangnya musim hujan. Bertambahnya ketersediaan air diharapkan dapat mendukung aktivitas budidaya, baik di kolam darat maupun KJA di Waduk Cirata dan Saguling.
“Kami memprediksi produksi ikan kembali meningkat saat musim hujan tiba, terutama pada November hingga Desember,” pungkas Wiwin. (Wit)
