Selain investor pelopor, MIF 2026 turut mengundang perwakilan diplomatik dan perdagangan internasional dari Bangladesh, Belarus, Tunisia, Filipina, Hong Kong, dan Spanyol. Kehadiran mereka membuka peluang penjajakan kerja sama di sektor perdagangan, industri, investasi, dan pengembangan kawasan.
Duta Besar Belarusia untuk Indonesia, H.E. Dr. Raman Ramanouski, menyampaikan ketertarikannya untuk memperluas hubungan bisnis di wilayah Kalimantan Timur, termasuk IKN. Duta Besar Belarusia tersebut menyoroti peluang kerja sama di sektor pertanian, khususnya peran Belarusia sebagai salah satu negara pemasok pupuk potasium bagi Indonesia.
“Saya menyampaikan bahwa kami berminat untuk mengembangkan bisnis kami di wilayah ini. Anda tahu, Belarus adalah salah satu supplier pupuk potasium untuk Indonesia, termasuk Kalimantan Timur. Jadi kami menantikan peluang pengembangan kerja sama bisnis disini,” ujar Ramanouski.
Baca Juga:Investor Pasar Modal di Jawa Barat Tembus 6,42 Juta, Achmad Dirgantara Tekankan Pentingnya LiterasiAsuransi Jasindo Lindungi 3.000 Pelari Dahana Run 2026
Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, H.E. Mr. Md. Abul Hasan Mridha, turut mengapresiasi perkembangan pembangunan Nusantara sebagai kota hijau. Menurutnya, kesamaan antara Indonesia dan Bangladesh membuka peluang pertukaran pengetahuan, khususnya dalam pembangunan perkotaan.
“Nusantara sedang membangun kota, kota nya hijau dan progresnya cepat. Semua orang tahu, Bangladesh dan Indonesia adalah saudara, kita memiliki banyak kesamaan. Jadi, kita bisa bekerja sama dan berbagi pengetahuan, mungkin ini (kerja sama) akan membantu pembangunan kota juga di Bangladesh,” ujar Abul Hasan.
Dalam edisi tahun sebelumnya, Mahakam Investment Forum juga menghadirkan berbagai delegasi internasional ke IKN pada Tahun 2025. Tahun ini, rangkaian MIF dimulai di Kota Samarinda pada Rabu (21/10/2026), kemudian berlanjut di Nusantara pada Kamis (22/10/2026) untuk memperkenalkan peluang investasi dan mendengarkan pengalaman investor.
Melalui forum ini, Otorita IKN bersama Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap komunikasi dengan investor serta mitra internasional semakin terbuka. Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan tindak lanjut investasi yang mendukung pembangunan Nusantara dan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.
