Selain itu, ASUS memperkenalkan ASUS Zenni Claw, platform AI Agent yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan lebih kompleks dibandingkan interaksi melalui chatbot konvensional.
Platform tersebut dapat memahami tujuan pengguna, menyusun tahapan kerja, hingga menjalankan tugas dalam beberapa langkah secara mandiri melalui ASUS Skills. Fungsinya antara lain membantu menyusun draf presentasi, merancang itinerary perjalanan, hingga membuat ringkasan berita harian.
Pemrosesan AI dapat dilakukan melalui perangkat secara lokal, layanan cloud, maupun pendekatan hybrid. Dengan pilihan tersebut, pengguna dapat menyesuaikan kebutuhan berdasarkan kecepatan, kemampuan pemrosesan, dan privasi data.
Baca Juga:Rayakan 24 Tahun, Paradise Indonesia Luncurkan Future Maker, Bangun Sekolah Inklusif di Kabupaten BandungKardinal Suharyo Tinjau IKN: Gereja Berwajah Inkulturasi Disiapkan Menjadi Basilika Pertama Indonesia
Kehadiran ekosistem AI ini memperluas fungsi laptop ASUS, dari sekadar perangkat untuk menjalankan aplikasi menjadi alat bantu yang dapat mendukung produktivitas dan mengotomatisasi sebagian pekerjaan.
ASUS ProArt P14 dan P16, Andalkan NVIDIA RTX Spark untuk AI Lokal
Segmen kreator profesional mendapat perhatian khusus melalui kehadiran ASUS ProArt P14 dan ASUS ProArt P16, yang baru diluncurkan pada 20 Oktober 2026.
Kedua perangkat tersebut mengusung layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED yang dirancang untuk menghadirkan detail gambar dan akurasi warna tinggi. Karakteristik layar ini mendukung kebutuhan kreator dalam mengerjakan desain visual, produksi konten, serta penyuntingan video.
Dari sisi performa, ASUS ProArt P14 dan P16 mengandalkan NVIDIA RTX Spark™ dengan konfigurasi GPU 6.144 core dan CPU 20 core dalam satu kumpulan memori terpadu atau Unified Memory.
Kapasitas memorinya mencapai 64GB pada ASUS ProArt P14 dan 128GB pada ASUS ProArt P16. Konfigurasi tersebut ditujukan untuk mendukung pengoperasian model AI generatif dan alur kerja Agentic AI langsung dari perangkat, termasuk ketika digunakan secara offline.
Kemampuan tersebut menjadi penting bagi kreator yang membutuhkan pemrosesan AI sekaligus ingin menjaga dokumen dan materi proyek tetap berada di perangkat lokal. Penggunaan AI lokal juga memberikan alternatif bagi pengguna yang tidak ingin selalu bergantung pada koneksi internet atau layanan cloud.
Baca Juga:Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Warga Geruduk SPPG Kalijaga Cirebon dan Desak PenutupanDies Natalis ke-72 UPI, Rektor Tegaskan Target Melesat Berdampak: Bidik 5 Subjek Masuk Ranking Dunia
Dalam sesi demonstrasi, ASUS memperlihatkan penggunaan Hermes Agent untuk membantu menangani pekerjaan kreatif. Agen AI tersebut diperlihatkan membaca isi folder proyek, merangkum brief klien, kemudian menyusun draf naskah atau caption ke dalam file baru tanpa mengirimkan dokumen keluar dari laptop.
