NVIDIA dan ITB Perkuat Peran Mahasiswa sebagai AI Builder lewat RTX AI PC Day

NVIDIA dan ITB
NVIDIA dan ITB menggelar RTX AI PC Day guna mendorong mahasiswa menjadi pembuat solusi kecerdasan buatan yang berdaya guna.
0 Komentar

Program ini juga mendapat dukungan ITB yang memandang pemanfaatan AI sebagai upaya memperkuat kompetensi sekaligus mendorong inovasi mahasiswa. Kolaborasi dunia pendidikan dan industri diharapkan membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengubah pengetahuan teoritis menjadi solusi yang relevan dengan kebutuhan nyata.

“Edukasi AI perlu mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu berperan sebagai builder dan inovator dalam pengembangan solusi AI. Kolaborasi ITB dan NVIDIA melalui RTX AI PC Day memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi teknologi, bereksperimen, dan mengembangkan ide inovatif untuk menjawab berbagai tantangan nyata,” kata Edward Ferdian, Deputy Head of Dissemination & Communication Pusat AI ITB.

Tiga mahasiswa ITB memanfaatkan dukungan tersebut untuk mengembangkan prototipe berbasis AI yang menjawab tantangan di dunia industri. Izhar Alif Akbar dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB mengembangkan REBA.ai, sistem computer vision yang memanfaatkan rekaman CCTV di lingkungan pabrik untuk memantau risiko ergonomi pekerja secara berkelanjutan. Sistem ini menilai postur pekerja berdasarkan standar Rapid Entire Body Assessment (REBA), sementara supervisor manusia tetap memegang peran sebagai pengambil keputusan akhir. ASUS ROG Strix G16 dengan NVIDIA GeForce RTX 5070 Laptop GPU mempercepat alur kerja AI, termasuk proses training model dan eksperimen machine learning, sehingga Izhar dapat menjalankan lebih banyak eksperimen dan mengembangkan model secara lebih efisien.

Baca Juga:Produktivitas Padi Indramayu Naik 2,7 Ton per Hektare, ExtraGen dan Pupuk Berimbang Jadi AndalanSmart Tambak: Inovasi Unpad-UNSW Deteksi Dini Penyakit Udang

Sementara itu, Tsabita Khoirunnisa mengembangkan ColdTrack AI, sistem pemantauan rantai dingin prediktif untuk sektor logistik Indonesia. Dengan memanfaatkan data telemetri truk berpendingin, sistem ini memperkirakan perubahan suhu muatan, mengidentifikasi potensi gangguan, dan menghitung estimasi waktu sebelum suhu melampaui batas aman. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk menghasilkan indeks risiko kargo, menentukan status keamanan muatan, serta memberikan rekomendasi tindakan berdasarkan tingkat risiko. Dukungan ASUS ROG Strix G16 dengan GeForce RTX 5070 Laptop GPU mempercepat training model deep learning, sementara performa yang stabil selama penggunaan berjam-jam mendukung eksperimen berulang.

Muhammad Taufiq Al Fikri memilih fokus pada penerapan AI untuk proses industri yang lebih berkelanjutan melalui proyek RecycledFiberAI. Ia mengembangkan prototipe computer vision untuk mendeteksi dan memetakan kontaminan, seperti plastik dan logam, dalam aliran material kertas daur ulang secara real-time. Dengan akselerasi GPU NVIDIA, proyek ini ditujukan untuk mendukung identifikasi kontaminan secara lebih efektif dan membantu mewujudkan proses daur ulang yang lebih bersih. ASUS ROG Strix G16 dengan GeForce RTX 5070 Laptop GPU mendukung kegiatan studi dan riset computer vision, termasuk pengembangan sistem AI untuk mengenali berbagai jenis material dalam tumpukan sampah daur ulang.

0 Komentar