JABAR EKSPRES – Akses terhadap layanan kesehatan darurat yang cepat dan terjangkau masih menjadi tantangan nyata bagi sebagian masyarakat.
Menjawab kebutuhan mendesak tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Majalaya menegaskan komitmen keberlanjutannya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli dengan menyerahkan satu unit mobil ambulance kepada Yayasan Eiko Lio Nusantara.
Inisiatif sosial ini dirancang untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, memberikan kepastian penanganan medis darurat, serta meringankan beban ekonomi warga masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan Ciparay dan Kabupaten Bandung pada umumnya.
Sinergi dan Kolaborasi Kepedulian untuk Sesama
Baca Juga:Telkom Perkuat Peran sebagai Strategic Holding, Tetapkan Arah Bisnis hingga 2030BRI – Pemerintah Menggerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
Penyediaan armada ambulance ini lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya nilai kegotongroyongan dalam merespons dinamika kebutuhan sosial masyarakat. Melalui kolaborasi strategis antara BRI dan lembaga sosial lokal, fasilitas ini diproyeksikan menjadi sarana mobilitas medis terdepan yang siap melayani masyarakat tanpa dipungut biaya.
Pemimpin Cabang BRI Majalaya, Nanang Sumbara, menyampaikan bahwa di samping peran utamanya sebagai lembaga keuangan, BRI memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk hadir dan tumbuh bersama masyarakat sekitar.
“Bagi kami di BRI, kesehatan dan keselamatan warga adalah prioritas yang tak ternilai. Kami memahami betul situasi krusial ketika seorang anggota keluarga membutuhkan pertolongan medis darurat atau saat musibah datang tanpa diduga. Kehadiran armada ambulance ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan simbol kepedulian tulus dan ‘penyambung asa’ bagi warga yang membutuhkan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan masyarakat kurang mampu mendapatkan kemudahan akses layanan kesehatan darurat maupun pengantaran jenazah secara gratis, serta kesiapsiagaan saat bencana terjadi,” papar Nanang Sumbara.
Dampak Nyata dan Kesiapsiagaan Bencana
Unit ambulance ini tidak hanya ditujukan untuk pengantaran pasien berobat atau penanganan kondisi gawat darurat dasar, melainkan juga disiagakan sebagai sarana pendukung dalam aksi tanggap bencana alam di wilayah Jawa Barat. Dengan mobilitas yang tinggi, keberadaan kendaraan operasional ini diharapkan mampu mempercepat evakuasi medis serta mendukung distribusi bantuan logistik saat terjadi keadaan darurat bencana di lapangan.
