Kampanye Telur Baik Sapa Pengunjung PIM 5, ICFA Ajak Konsumen Kenali Telur Ayam Bebas Sangkar

Kampanye Telur Baik Sapa Pengunjung PIM 5, ICFA Ajak Konsumen Kenali Telur Ayam Bebas Sangkar
Kampanye Telur Baik Sapa Pengunjung PIM 5, ICFA Ajak Konsumen Kenali Telur Ayam Bebas Sangkar
0 Komentar

Sementara itu, Healthy Eggs Hypoallergenic merupakan pilihan telur yang diseleksi dari telur-telur terbaik PT Inti Prima Satwa Sejahtera. Produk ini dikembangkan dengan klaim memiliki risiko alergi yang lebih rendah bagi konsumennya.

Selain itu, terdapat Happy Eggs Omega dari CV Gemilang Farm dan Tamago Free-Range Egg dari PT Girijaya Budiman Agro. Kedua produk tersebut diproduksi menggunakan sistem free-range, yang memungkinkan ayam mengakses area luar kandang.

Sistem tersebut memberikan kesempatan bagi ayam untuk bergerak lebih leluasa sekaligus mengakses beragam sumber pakan alami, termasuk pakan herbal. Melalui pengenalan produk-produk ini, konsumen diharapkan dapat memahami bahwa pilihan telur di pasaran memiliki karakteristik dan proses produksi yang beragam.

Baca Juga:Memperkuat Kepemimpinan Cartenz Tactical di Om Industri Tactical Lokal IndonesiaPameran Tuntas, Pelaku Usaha Jabar Catatatkan Transaksi Rp 453,23 Miliar

Meski demikian, istilah cage-free dan free-range memiliki perbedaan dalam sistem pemeliharaannya. Sistem cage-free tidak menggunakan kandang baterai, sedangkan free-range memberikan akses bagi ayam ke area luar kandang.

Chef Chitra Ajak Konsumen Lebih Selektif Memilih Bahan Pangan

Tak hanya melalui penjelasan mengenai produk, ICFA juga mengajak pengunjung mengenal telur bebas sangkar lewat kegiatan memasak. Chef Chitra hadir dalam demonstrasi memasak yang menjadi penutup rangkaian aktivasi Telur Baik di Ranch Market PIM 5.

Sebagai chef yang memperhatikan aspek kesehatan dan gaya hidup, Chitra menilai pemilihan bahan pangan tidak semata-mata berkaitan dengan rasa dan hasil akhir masakan. Asal bahan serta proses produksinya juga menjadi pertimbangan ketika menentukan bahan yang akan digunakan di dapur.

“Dalam memasak, saya memperhatikan bahan yang digunakan dan bagaimana bahan itu diproduksi. Telur dari ayam bebas sangkar memberi pilihan bagi konsumen yang mulai mempertimbangkan kesejahteraan hewan saat memilih bahan pangan. Bagi saya, mengenal asal bahan adalah bagian dari membuat pilihan yang lebih baik di dapur,” kata Chef Chitra.

Melalui demonstrasi memasak tersebut, pengunjung diperkenalkan pada telur sebagai bahan pangan yang dapat diolah menjadi beragam hidangan, mulai dari menu sarapan sederhana hingga sajian untuk dinikmati bersama keluarga.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa edukasi mengenai bahan pangan dapat dilakukan melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian masyarakat. Dengan memahami asal bahan yang digunakan, konsumen diharapkan semakin bijak dalam menentukan pilihan makanan untuk keluarga.

0 Komentar