“Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, penguasaan teknologi tersebut memiliki arti strategis untuk meningkatkan konektivitas sekaligus menjawab berbagai tantangan geografis,” ungkap Ilham Habibie.
Ia juga menyoroti kebutuhan untuk memperbanyak tenaga insinyur sekaligus memperkuat kontribusi mereka dalam pembangunan industri berteknologi tinggi. Keberadaan sumber daya manusia yang kompeten menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan dan menguasai teknologi strategis.
Indonesia sendiri memiliki sejarah panjang dalam pengembangan industri pesawat terbang. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk terus mendorong penguasaan teknologi sekaligus membuka kesempatan bagi generasi baru untuk melanjutkan pengembangan industri kedirgantaraan nasional.
Baca Juga:6 Alasan Samsung Galaxy S26 FE Layak Dilirik, Usung 47 Fitur Galaxy AI hingga Kamera Flagship5 Cara Membeli Emas Tertokenisasi dengan Mudah
Namun, menurut Ilham, kemampuan teknis saja belum cukup untuk menghadapi dinamika industri yang terus berkembang. Generasi muda juga perlu memiliki daya tahan, kemampuan berkolaborasi, serta pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat.
“Dalam menghadapi perkembangan industri dirgantara, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis. Mereka juga perlu membangun ketangguhan, kemampuan bekerja sama, dan kepekaan terhadap persoalan nyata di masyarakat,” tuturnya.
Pesan tersebut relevan dengan pengembangan startup berbasis teknologi. Selain menawarkan kebaruan, inovasi perlu berangkat dari persoalan yang nyata sehingga solusi yang dihasilkan memiliki manfaat sekaligus peluang untuk dikembangkan lebih jauh.
10 Startup Tampilkan Solusi, Tiga Tim Raih Penghargaan
Puncak acara BUILD Indonesia 2026 diisi dengan presentasi dari 10 tim startup finalis. Masing-masing tim memaparkan solusi bisnis dan teknologi yang dikembangkan, kemudian menampilkan produk mereka dalam sesi showcase di hadapan dewan juri.
Sepuluh startup yang mengikuti tahap final tersebut adalah GoTani, AeroSphere LCA, Mantis Agritech, Hieren, Avia BSF, Agentic Vibing, Mahalangit, MedFly, SAF and Sound, serta Pilotin.id.
Beragam gagasan yang ditampilkan memperlihatkan potensi pemanfaatan inovasi lintas sektor. Teknologi yang dikembangkan tidak hanya diarahkan untuk mendukung industri penerbangan, tetapi juga berpeluang memberikan kontribusi pada bidang lain yang membutuhkan solusi berbasis teknologi.
Setelah melalui proses penilaian, dewan juri menetapkan tiga tim sebagai penerima penghargaan dalam kategori berbeda.
Baca Juga:Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan JembatanIbu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027
Avia BSF meraih penghargaan The Most Impactful, yang menyoroti dampak inovasi. Sementara itu, The Most Innovative diberikan kepada Mantis Agritech, sedangkan Pilotin.id memperoleh penghargaan The Most Marketable.
