Upaya tersebut juga sejalan dengan pentingnya hilirisasi hasil riset perguruan tinggi. Melalui keterlibatan industri, inovasi yang dikembangkan akademisi dan generasi muda berpeluang memperoleh pendampingan yang lebih terarah, mulai dari penyempurnaan konsep hingga pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Sementara itu, Managing Director Boeing Indonesia, Indra Duivenvoorde, menyampaikan antusiasmenya terhadap kemitraan bersama ITB. Ia menilai, kemajuan industri dirgantara membutuhkan dukungan ekosistem yang kuat dan tidak bisa hanya bertumpu pada kemampuan memproduksi pesawat.
Ekosistem tersebut mencakup pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, hingga kesiapan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri pada masa mendatang.
Baca Juga:6 Alasan Samsung Galaxy S26 FE Layak Dilirik, Usung 47 Fitur Galaxy AI hingga Kamera Flagship5 Cara Membeli Emas Tertokenisasi dengan Mudah
“Pendidikan di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem tersebut,” katanya.
Melalui BUILD Indonesia, para peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung dari para ahli Boeing, mentor industri, serta ekosistem inovasi yang dimiliki ITB. Proses pendampingan ini menjadi bagian penting agar gagasan yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap konseptual.
“Pendampingan ini membantu mereka menguji, menyempurnakan, dan mengembangkan gagasan agar semakin relevan dengan kebutuhan industri,” lanjutnya.
Keterlibatan mentor dan praktisi industri diharapkan dapat membantu peserta memahami tantangan dalam mengembangkan inovasi, termasuk bagaimana memastikan teknologi yang dihasilkan memiliki kegunaan, potensi bisnis, serta peluang untuk diterapkan secara berkelanjutan.
Ilham Habibie Soroti Pentingnya Teknologi Dirgantara Menuju Indonesia Emas 2045
Pentingnya pengembangan teknologi dirgantara juga menjadi sorotan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU., ASEAN Eng., dalam sesi Inspirational Speech.
Ia menekankan bahwa penguasaan teknologi dirgantara memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan industri nasional, terutama dalam mempersiapkan Indonesia menghadapi target pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Ilham, teknologi dirgantara tidak terbatas pada transportasi udara maupun pembuatan pesawat. Bidang ini memiliki cakupan yang lebih luas, termasuk teknologi satelit, pemantauan wilayah, logistik, pertanian, hingga mitigasi bencana.
Baca Juga:Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan JembatanIbu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027
Pemanfaatan teknologi tersebut dapat membuka peluang untuk menjawab berbagai persoalan di Indonesia, yang memiliki wilayah luas dan karakter geografis beragam.
