Selain itu, investor perlu mengikuti informasi dari penerbit token dan platform. Jika penerbit mengeluarkan pembaruan terkait cadangan, kustodian, mekanisme penebusan, atau operasional token, investor perlu mempelajarinya.
Investor juga perlu memiliki rencana ketika ingin menjual aset. Dengan menentukan tujuan dan jangka waktu sejak awal, investor dapat mengurangi keputusan emosional ketika harga mengalami perubahan.
Apa Keuntungan Emas Tertokenisasi?
Emas tertokenisasi menawarkan beberapa keuntungan. Pertama, investor tidak perlu menyimpan emas fisik secara langsung. Kemudian, investor dapat membeli pecahan token sesuai nominal yang tersedia.
Baca Juga:Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan JembatanIbu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027
Selain itu, blockchain memberikan infrastruktur digital untuk transaksi dan penyimpanan aset. Karena itu, investor dapat mengelola token melalui platform atau wallet yang mendukung aset tersebut.
Tokenized gold juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk diversifikasi. Investor dapat menggabungkan aset berbasis emas dengan aset crypto atau tokenized RWA lainnya.
Pintu juga menyediakan tokenized silver sehingga pengguna dapat mempelajari aset berbasis perak. Dengan demikian, investor memiliki pilihan untuk mengenal lebih dari satu komoditas tertokenisasi.
Pada akhirnya, membeli emas tertokenisasi dapat dilakukan melalui lima langkah, yaitu memilih platform, membuat dan memverifikasi akun, memilih token, menentukan nominal pembelian, serta memantau investasi secara berkala
Pintu menyediakan tokenized RWA, termasuk tokenized gold dan tokenized silver. Selain itu, Pintu menyediakan PAXG dan XAUT sebagai pilihan tokenized gold yang dapat dipelajari oleh pengguna.
Namun, investor perlu memahami bahwa tokenized gold tetap memiliki risiko. Perubahan harga emas, risiko penerbit, kustodian, likuiditas, teknologi blockchain, serta regulasi dapat mempengaruhi investasi.
Karena itu, lakukan riset mandiri sebelum membeli dan pahami seluruh mekanisme produk. Dengan begitu, investor dapat menggunakan tokenized gold berdasarkan pemahaman yang memadai, bukan sekadar mengikuti tren aset digital.
Baca Juga:191 Pasangan Muda Bersaing di FIP Promises Bandung, Cetak Rekor Terbesar di AsiaThe 127th REAAA Governing Council Meeting Kunjungi IKN, Soroti Infrastruktur dan Kota Berkelanjutan
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
