Selain itu, investor tidak boleh membagikan kata sandi, kode OTP, atau informasi keamanan kepada pihak lain. Dengan menjaga keamanan akun sejak awal, investor dapat mengurangi risiko akses tidak sah terhadap aset digital yang dimiliki.
3. Pilih Tokenized Gold yang Sesuai
Setelah akun siap, investor dapat memilih emas tertokenisasi yang tersedia. PAXG dan XAUT merupakan dua contoh aset yang memberikan eksposur terhadap emas fisik. Investor perlu memahami karakteristik setiap token karena penerbit, kustodian, lokasi penyimpanan emas, serta mekanisme penebusan dapat berbeda.
PAXG diterbitkan Paxos, sedangkan XAUT diterbitkan Tether Gold. Karena itu, investor perlu mempelajari dokumentasi masing-masing penerbit sebelum menentukan token yang ingin dibeli.
Baca Juga:Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan JembatanIbu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027
Selain itu, investor perlu memperhatikan jaringan blockchain yang digunakan. Informasi tersebut penting apabila investor ingin memindahkan token ke wallet lain pada masa mendatang. Investor juga sebaiknya memeriksa likuiditas token.
Semakin aktif suatu aset diperdagangkan, semakin mudah investor memantau harga dan melakukan transaksi, meskipun likuiditas tidak menjamin harga tertentu.
4. Tentukan Nominal dan Beli Token
Setelah memilih token, investor dapat menentukan jumlah pembelian. Salah satu keunggulan emas tertokenisasi adalah investor dapat memperoleh eksposur terhadap emas melalui pecahan token, sehingga investor tidak selalu perlu membeli satu batangan emas secara penuh.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan harga token dan biaya transaksi. Selain itu, investor harus memastikan dana yang digunakan memang merupakan dana yang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat.
Sebelum melakukan transaksi, investor sebaiknya memeriksa kembali jumlah token, harga pembelian, dan total biaya. Dengan begitu, investor dapat menghindari kesalahan transaksi.
Setelah pembelian berhasil, token akan masuk ke akun sesuai mekanisme platform. Investor kemudian dapat memantau nilai aset berdasarkan perubahan harga emas dan kondisi pasar.
5. Pantau dan Kelola Investasi
Membeli emas tertokenisasi bukan berarti investor dapat mengabaikan aset setelah transaksi selesai. Sebaliknya, investor perlu memantau perkembangan harga emas serta kondisi pasar secara berkala.
Baca Juga:191 Pasangan Muda Bersaing di FIP Promises Bandung, Cetak Rekor Terbesar di AsiaThe 127th REAAA Governing Council Meeting Kunjungi IKN, Soroti Infrastruktur dan Kota Berkelanjutan
Harga emas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan suku bunga, nilai dolar AS, kondisi ekonomi global, inflasi, dan permintaan terhadap aset safe haven.
