Lewat SPHP hingga GPM, Bulog Kucurkan 59 Ribu Ton Beras ke Kota Bandung

Lewat SPHP hingga GPM, Bulog Kucurkan 59 Ribu Ton Beras ke Kota Bandung
Beras SPHP dari bulog mewarnai GPM di Kota Bandung. (Foto: Son/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Perum Bulog jadi salah satu suplier beras Kota Bandung, untuk mengatasi pasok beras dalam kota yang kian menipis mengikuti lahan pertanian yang makin terkikis.

Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat menjelaskan bahwa, Bulog turut menggelontorkan beras ke wilayah Kota Bandung dengan berbagai program.

Mulai dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bantuan Pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penjualan melalui pasar rakyat, ritel modern.

Baca Juga:Pemkab KBB Salurkan 10 Ton Beras Bagi Ratusan Korban LongsorBulog Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Pengadaan Beras Melampaui 4 Juta Ton

“Termasuk outlet-outlet binaan milik Perum BULOG,” tutur Octa Humas Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat dalam keterangan, Minggu (11/10/2026).

Setidaknya 59.654 tonberas telah digelontorkan ke Kota Bandung tahun ini. Beras-beras itu diterima masyarakat melalui sejumlah program tersebut.

Selain mendistribusikan beras, Bulog juga ikut menyerap beras petani. Termasuk untuk wilayah Bandung Raya ataupun spesifik Kota Bandung walau jumlahnya tidak banyak.

Misalnya saja rekap data serapan beras per 24 September, bulog telah menyerap dari Kabupaten Sumedang sebanyak 46.460,62 ton. Lalu dari wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Cimahi sebanyak 8.781,13 ton.

Berikutnya dari Kabupaten Bandung sebanyak 39.650,38 ton. Sementara dari Kota Bandung tercatat masih ada serapan sebanyak 1.520,37 ton.

Di harapkan kucuran beras itu bisa menjadi salah satu bentuk dukungan keterangan beras di Kota Bandung. Dalam kondisi terdesak, bulog juga ikut dalam kegiatan GPM yang diadakan Pemkot. Itu juga strategi menjaga stabilitas beras di masyarakat. (son)

0 Komentar