“Kopi Lembang punya karakter sendiri. Bukan soal lebih hebat, tapi berbeda dan tak tergantikan. Itulah keunggulan yang kami rawat,” kata Abah Kurnia.
Bagi Abah Kurnia, perjalanan Tonas Coffee pada akhirnya bukan semata tentang mengejar pasar. Ada nama yang ingin terus dijaga, ada usaha yang ingin diwariskan, dan ada kenangan yang tetap hidup di antara barisan tanaman kopi di Maribaya.
“Selama kami masih bisa merawat kebun dan menjaga kualitasnya, Tonas akan terus berjalan. Ini bukan hanya tentang kopi, tapi tentang menjaga apa yang sudah dimulai Tona,” pungkas Abah Kurnia. (Wit)
