Tim psikolog kemudian melakukan asesmen secara menyeluruh untuk memetakan tingkat trauma yang dialami korban. Tidak hanya kondisi anak, situasi keluarga hingga lingkungan sekolah juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam proses asesmen.
Setelah pemetaan dilakukan, anak mendapatkan pendampingan psikologis dan konseling secara berkala. Jika kondisi korban membutuhkan penanganan lebih lanjut, UPTD PPA dapat melakukan rujukan kepada psikiater maupun rumah sakit mitra.
“Kami memberikan konseling berkala untuk memulihkan trauma anak. Jika kondisi anak membutuhkan penanganan medis atau medis spesialis, kami langsung rujuk ke psikiater atau rumah sakit mitra,” jelas Nia. (Mong)
