“Memang kita ingin ada regenerasi-regenerasi filmmaker dari generasi sekarang menjadi generasi yang bisa bikin film panjang,” ujar Federica.
Tak Hanya Soal Jumlah Penonton
Pada kesempatan yang sama, Content Acquisition and Distribution Head CGV, Adhizeza Nandra, berharap penyelenggaraan Bandung World Cinema dapat mendorong semakin banyak masyarakat menikmati film-film berkualitas.
Menurutnya, keberadaan festival seperti BWC juga berpotensi membuka peluang bagi perkembangan jaringan bioskop di Kota Bandung.
Baca Juga:Singapura Kalah 6-0, Anggota DPR F-PAN Desak FIFA Bongkar Dugaan Sepakbola GajahKonten Kreator Nces Nina, Tetap Berkarya Tanpa Kehilangan Momen Bersama Anak
Namun, keberhasilan BWC 2026 sebagai edisi perdana tidak semata-mata diukur dari jumlah penonton yang hadir.
Federica menyebut antusiasme masyarakat, ulasan yang muncul, euforia selama festival berlangsung, hingga keterlibatan komunitas menjadi bagian penting dalam melihat respons terhadap penyelenggaraan BWC 2026.
Selain pemutaran film, festival tersebut juga menghadirkan sejumlah program pendukung seperti talk show dan sesi In Conversation With. Program tersebut mempertemukan pelaku industri dengan masyarakat dan komunitas perfilman sehingga menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperluas interaksi antara sineas dan penikmat film.
Melalui Bandung World Cinema 2026, Pemkot Bandung berharap geliat perfilman di Kota Bandung dapat terus berkembang. Tidak hanya menghasilkan lebih banyak karya, tetapi juga mendorong lahirnya talenta-talenta baru yang mampu membawa industri kreatif Bandung ke tahap berikutnya.
Pada saat yang sama, penguatan subsektor film diharapkan memberikan dampak yang lebih luas, mulai dari terbukanya kesempatan kerja, berkembangnya komunitas kreatif, hingga semakin kuatnya posisi perfilman sebagai bagian dari ekonomi kreatif Kota Bandung. (*)
