Semarak HUT TNI ke-81, Pangandaran Run 2026 Dorong Sport Tourism Jabar

Semarak HUT TNI ke-81, Pangandaran Run 2026 Dorong Sport Tourism Jabar
Semarak HUT TNI ke-81, Pangandaran Run 2026 Dorong Sport Tourism Jabar
0 Komentar

Buka Peluang Lahirkan Atlet Baru

Di balik konsep wisata olahraga, Pangandaran Run tetap membawa misi untuk mendorong perkembangan olahraga, khususnya atletik.

Kosasih mengatakan, kategori 5K dan 10K dapat menjadi ruang bagi pelari pemula untuk mendapatkan pengalaman sekaligus menjadi kesempatan bagi atlet menguji kemampuan.

Ia berharap penyelenggaraan kegiatan tersebut dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk semakin aktif berolahraga dan dalam jangka panjang membuka peluang munculnya atlet berprestasi dari Jawa Barat.

Baca Juga:IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik KelasPerkuat Layanan Jantung, RSUD Welas Asih Hadirkan CPET, Cathlab hingga Rawat Inap VVIP

“Mudah-mudahan dari Pangandaran ini muncul atlet-atlet nasional dari Jawa Barat dan juga atlet internasional,” katanya.

Kosasih bahkan mengaku dirinya masih aktif berlari, meski tidak lagi mengejar kecepatan seperti ketika masih berusia lebih muda.

“Kalau tentara memang kerjanya lari. Tapi usia saya sekarang sudah 55, tentu tidak secepat dulu larinya. Kita hanya membina saja. Kalau dulu dengan adik-adik kita pasti kalah, yang penting kita memotivasi,” ujarnya.

Pangandaran Run juga memiliki nilai simbolis karena Pangandaran merupakan daerah asal Panglima TNI. Bagi Kosasih, hal tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa kesempatan meraih prestasi terbuka bagi siapa saja, termasuk mereka yang tumbuh di daerah.

“Kita menghargai beliau selaku pimpinan kita, memberikan apresiasi kepada daerah Pangandaran bahwa dari situ ada seorang pemimpin TNI. Dari daerah Pangandaran ternyata bisa dan mampu menjadi Panglima TNI,” katanya.

Lari Sambil Rekreasi Bersama Keluarga

Sementara itu, atlet lari Atjong Tio Purwanto menilai konsep olahraga yang dipadukan dengan wisata dapat memberikan pengalaman berbeda bagi para pelari.

Menurutnya, kegiatan lari di kawasan wisata dapat menjadi alternatif bagi pelari yang selama ini lebih banyak mengikuti perlombaan di perkotaan.

Baca Juga:BNI dan Unpad Perkuat Kemitraan Strategis, Dorong Ekosistem Pendidikan yang AdaptifKeseruan Jatinangor Music Fest Makin Lengkap Bareng BNI

“Biasanya kita larinya di kota-kota terus. Jadi biar nggak jenuh, TNI sudah memberikan solusi, lari sama rekreasi. Di sana selain kita happy untuk cari prestasi juga bisa berekreasi. Apalagi bisa mengajak keluarga,” ujar Atjong.

Atjong yang kini lebih banyak menjalani aktivitas sebagai pelatih juga mengingatkan pelari pemula agar tidak menjadikan target waktu sebagai satu-satunya tujuan ketika mengikuti perlombaan.

0 Komentar