Semarak HUT TNI ke-81, Pangandaran Run 2026 Dorong Sport Tourism Jabar

Semarak HUT TNI ke-81, Pangandaran Run 2026 Dorong Sport Tourism Jabar
Semarak HUT TNI ke-81, Pangandaran Run 2026 Dorong Sport Tourism Jabar
0 Komentar

“Orang-orang dari daerah lain kita undang. Dari Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, ada pendatang juga. Dengan harapan dari mereka bisa berbaur dengan masyarakat Jawa Barat, khususnya di daerah Pangandaran, sambil mengenal daerah-daerah wisata yang ada di Pangandaran,” katanya.

Kosasih menilai, penyelenggaraan lomba lari di kawasan wisata memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta. Berbeda dengan perlombaan yang berlangsung di tengah kawasan perkotaan, peserta Pangandaran Run dapat menikmati suasana pesisir sekaligus mengikuti kompetisi.

“Kalau semua di sini terus, orang akan bosan. Makanya pelaksanaan di Pangandaran. Mudah-mudahan mengangkat daerah Pangandaran sebagai salah satu tujuan wisata, baik buat turis lokal maupun turis mancanegara,” ujarnya.

Baca Juga:IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik KelasPerkuat Layanan Jantung, RSUD Welas Asih Hadirkan CPET, Cathlab hingga Rawat Inap VVIP

Menurut Kosasih, konsep serupa juga berpotensi dikembangkan di wilayah lain di kawasan selatan Jawa Barat. Sebab, kawasan tersebut memiliki beragam potensi wisata yang dapat diperkenalkan melalui kegiatan olahraga.

Dengan demikian, olahraga dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi-destinasi yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat dari luar daerah.

Bukan Sekadar Lomba Lari

Pangandaran Run 5K & 10K juga dirancang sebagai ruang pertemuan bagi komunitas lari dari berbagai wilayah, mulai dari Pangandaran, daerah lain di Jawa Barat, Jabodetabek hingga kota-kota lainnya.

Kehadiran komunitas tersebut diharapkan dapat memperkuat interaksi antarpelari, membangun jejaring, sekaligus mendorong gaya hidup aktif di tengah masyarakat.

Selain itu, kedatangan peserta dari luar daerah berpotensi memberikan efek lanjutan bagi perekonomian masyarakat Pangandaran.

Peserta yang datang bersama keluarga atau komunitas berpotensi membutuhkan akomodasi, transportasi, makanan dan minuman, hingga berbagai layanan wisata selama berada di Pangandaran.

Artinya, konsep sport tourism yang diusung tidak berhenti pada lintasan lomba. Aktivitas peserta sebelum maupun setelah perlombaan dapat turut menggerakkan pelaku usaha lokal, termasuk UMKM, sektor kuliner, perdagangan dan jasa pariwisata.

Baca Juga:BNI dan Unpad Perkuat Kemitraan Strategis, Dorong Ekosistem Pendidikan yang AdaptifKeseruan Jatinangor Music Fest Makin Lengkap Bareng BNI

Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang dibawa Pangandaran Run, yakni “Berlari untuk Prestasi, Menikmati Pangandaran, Menggerakkan Ekonomi Lokal.”

Konsep itu juga membuat peserta tidak sekadar datang untuk mengikuti perlombaan, tetapi didorong untuk memperpanjang waktu kunjungan dan menikmati berbagai destinasi yang tersedia.

0 Komentar