Menurut laporan The Wall Street Journal, seperti dikutip Anadolu pada Senin, inisiatif dari pihak penengah itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump menolak usulan Iran soal gencatan senjata selama tujuh hari guna membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri blokade AS terhadap pelabuhan Iran.
Para mediator menilai hal itu sebagai upaya, yang peluang keberhasilannya tipis, untuk mendorong Iran mengambil langkah terkait program nuklir. Sejauh ini, Iran belum menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka siap membahas masalah itu.
