“PINTU menargetkan dengan kolaborasi bersama Ondo Finance ini akan membuka daftar aset tertokenisasi Ondo hingga ratusan aset di tahun 2026 ini. Komitmen ini adalah bagian dari visi jangka panjang PINTU membangun marketplace saham tertokenisasi dan RWA yang komprehensif bagi investor Indonesia.” ujar Andy.
Aset tertokenisasi yang dihadirkan PINTU mencakup saham global seperti Apple dan NVIDIA, exchange-traded fund (ETF) dan indeks seperti S&P 500 dan NASDAQ, komoditas seperti emas dan perak, hingga stablecoin, yang seluruhnya dapat diakses dalam satu aplikasi dan didenominasi dalam Rupiah. Investor dapat memiliki aset ini secara fractional mulai dari Rp11.000, diperdagangkan selama 24 jam nonstop tanpa terikat jam bursa konvensional, serta dikenakan pajak final sebesar 0,21% atas penjualan tanpa biaya transaksi tersembunyi. Seluruh aset tertokenisasi ini berada di bawah pengawasan OJK .
“Kami akan terus memperluas kolaborasi seperti ini demi menghadirkan lebih banyak pilihan investasi yang relevan, aman, dan sesuai koridor regulasi bagi masyarakat Indonesia, baik dari sisi layanan premium seperti VIP Private maupun inovasi produk seperti aset tertokenisasi. Namun kami tetap mengingatkan bahwa investasi aset crypto dan aset tertokenisasi memiliki risiko tinggi (high risk) serta volatilitas yang signifikan, sehingga calon investor perlu memahami profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi,” tutup Andy.
