ITS Sabet Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia Tahun 2026 di IKN

ITS menerima piala bergilir Danadyaksa Dirgantara pada closing ceremony dan awarding KRTI 2026, Jumat (25/9/20
ITS menerima piala bergilir Danadyaksa Dirgantara pada closing ceremony dan awarding KRTI 2026, Jumat (25/9/2026) malam.
0 Komentar

Agus mengatakan penguasaan teknologi penerbangan tanpa awak sejalan dengan konsep pembangunan IKN sebagai kota cerdas, hijau, dan berkelanjutan. Karena itu, menurut dia, mahasiswa memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi penerbangan tanpa awak.

“Tentu saja hal ini berkorelasi dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara yang tepat di sini dengan konsep smart, green dan sustainable city. Dalam mewujudkan kota masa depan, memang dibutuhkan penguasaan teknologi penerbangan tanpa awak oleh sebab itu, peran adik-adik di sini sangat krusial sekali. Maka selama ini kalau kita belum pernah ke Ibu Kota Nusantara beritanya itu simpang siur,” jelas Agus.

Agus berharap pengalaman mahasiswa selama mengikuti KRTI di IKN dapat dibawa kembali ke perguruan tinggi masing-masing, termasuk semangat inovasi serta konsep smart dan forest city yang dikembangkan di Nusantara.

Baca Juga:Home Charging Makin Dibutuhkan, Kesiapan Hunian Jadi Perhatian Pengguna Mobil ListrikTim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto

“Tapi begitu kita melihat di sini betapa luar biasanya ibu kota Nusantara. Harapan kami, nanti adek-adek dengan membawa semangat inovasi. Semangat-smart dan forest city-nya IKN ini dibawa ke rumah masing-masing,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T. menilai KRTI menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan, kemampuan analisis, kerja tim, pengambilan keputusan, serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi lapangan.

“KRTI bukan tentang siapa yang menjadi pemenang, kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar memecahkan masalah menguji gagasan, bekerja dalam tim, mengambil keputusan dan menghadapi berbagai kondisi yang tidak selalu sesuai dengan rencana. Artinya situasi ketika adik-adik mahasiswa merancang di kampus dengan kondisi lapangan di IKN itu tentunya sesuatu yang berbeda,” ujarnya.

Beny menekankan, teknologi yang dikembangkan dalam KRTI perlu terus dikembangkan agar tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kemudian yang tidak kalah penting, kita berharap semoga seluruh teknologi yang dikembangkan dalam KRTI ini itu bisa diteruskan. Tidak hanya dilaksanakan pada hari ini,” ungkapnya.Ia melanjutkan, semangat tersebut sejalan dengan konsep kampus berdampak yang mendorong mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat.

0 Komentar