“Ketika anak merasa didengar dan dipahami, mereka akan lebih nyaman untuk terbuka kepada orang tua. Dari sinilah komunikasi yang sehat dapat tumbuh,” ujarnya.
Tidak hanya memberikan paparan materi, kegiatan PKM tersebut juga dilengkapi dengan asesmen awal untuk mengetahui persepsi dan kondisi komunikasi antara orang tua dan anak.
Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi bagian dari proses penguatan komitmen orang tua melalui gerakan Dekat, Dengar, Dampingi, dan Pahami (D3P).
Baca Juga:Rumah Yatim Salurkan 2.937 Paket Bantuan untuk 7.000 Pengungsi Bencana di NTTDari Pendidikan hingga Kemanusiaan, Rumah Yatim Jangkau 836 Ribu Penerima Manfaat
Melalui gerakan tersebut, orang tua diajak untuk membangun kedekatan dengan anak, mendengarkan cerita dan kebutuhan mereka, memberikan pendampingan dalam aktivitas sehari-hari, serta memahami perkembangan dan kondisi anak di tengah lingkungan digital.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua bahwa pengasuhan di era digital bukan hanya mengenai pengawasan penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana menjaga kedekatan emosional dan membangun komunikasi yang efektif bersama anak. (*)
