“Kami mengimbau peternak untuk mulai menyiapkan cadangan pakan sejak sekarang. Jangan menunggu sampai hijauan benar-benar sulit diperoleh. Sumber pakan lokal bisa dimanfaatkan dan diawetkan dalam bentuk silase atau hay,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan memperkuat pemantauan ketersediaan pakan dan air di sentra-sentra peternakan melalui UPTD, penyuluh, serta petugas lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui lebih awal apabila terjadi kekurangan pakan maupun air.
“Ke depan, kita perlu membangun sistem ketahanan pakan ternak, sehingga cadangan pakan sudah tersedia sebelum memasuki periode kemarau. Selain pakan, peternak juga perlu memastikan ketersediaan air minum yang cukup bagi ternak, terutama saat suhu lingkungan tinggi dan curah hujan rendah,” pungkas Wiwin. (Wit)
