“Kalau dari segi kita, ini sebetulnya pertama adalah melakukan deteksi dini penyakit pada masyarakat. Supaya ketika ditemukan lebih awal penyakitnya, kita bisa melakukan intervensi,” tutur dr. Intan.
Ia menambahkan, masyarakat juga perlu mengubah kebiasaan dalam mengakses layanan kesehatan. Menurutnya, datang ke puskesmas tidak harus menunggu tubuh mengalami sakit atau muncul keluhan.
Skrining kesehatan di puskesmas justru dapat dilakukan ketika seseorang merasa sehat untuk mengetahui lebih awal kemungkinan adanya gejala atau gangguan kesehatan.
Baca Juga:Pemerintah Dorong Pengembangan Jargas di Gresik dan Sidoarjo245 Lulusan Perguruan Tinggi Tasikmalaya Dilepas Magang Nasional, Bukan Sekadar Pegang Ijazah
“Yang kedua, juga meningkatkan awareness masyarakat, bahwa kontak dengan petugas kesehatan terutama di puskesmas itu tidak harus menunggu sakit. Jadi orang sehat juga harus rajin melakukan skrining,” katanya.
Melalui Safari Dental Care, edukasi mengenai pentingnya kesehatan gigi dan kesehatan secara umum diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Masyarakat didorong untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia di puskesmas terdekat.
Lebih lanjut, dr. Intan menyebut kegiatan tersebut memiliki sifat promotif dan preventif. Artinya, selain memberikan pelayanan, Safari Dental Care Kota Bandung juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan sejak dini.
“Harapannya setelah kegiatan ini, masyarakat juga bisa datang memanfaatk
