Penampilannya juga tidak lepas dari dukungan keluarga. Sejak mulai menekuni basket, orang tua Rainer turut membantunya berkembang dengan memberikan rekomendasi klub hingga kelas privat. Sebelum serius bermain basket, Rainer diketahui lebih dulu memiliki hobi bermain futsal.
“Ini juga berkat dukungan dari orang tua ya. Sejak awal aku main basket itu orang tua justru bantu arahkan aku. Kayak kasih rekomendasi klub sama kelas-kelas private juga. Tanpa mereka mungkin aku nggak bisa ada di titik ini,” ucapnya.
Musim 2026 menjadi tahun kedua Rainer memperkuat Trimulia di ajang DBL West Java-East. Jika pada musim sebelumnya ia belum banyak mendapatkan menit bermain dan sorotan, kini perannya mulai berkembang menjadi salah satu opsi penting bagi tim.
Baca Juga:Laut dan Batik Jadi Inspirasi Penampilan di AQUA DBL Dance 2026 West Java-EastKirani Azka, Siswi SMAN 21 Bandung dengan Segudang Prestasi di Tari dan Taekwondo
Rainer mengaku pengalaman dari musim lalu menjadi motivasi untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik. Ia ingin terus meningkatkan kemampuan sekaligus membantu Trimulia meraih hasil maksimal bersama rekan-rekannya.
“Tahun lalu itu aku masih kurang. Dari kekalahan tahun lalu, aku langsung mempersiapkan diri buat tahun ini. Memang dari aku sendiri ingin berkembang dan jadi lebih bagus. Pengin menang terus bareng teman-teman juga,” tandas Rainer.
Kini perjalanan Trimulia di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East masih berlanjut. Pada Minggu (20/9) tim putra Trimulia dijadwalkan menghadapi SMAN 1 Cirebon dalam laga perebutan tiket menuju babak Fantastic Four di Bandung Arena.
