JABAR EKSPRES – Perjalanan Evan Azka bersama tim basket SMA Laboratorium Percontohan UPI di DBL West Java-East selalu mendapat dukungan penuh dari keluarganya. Bagi Evan, kehadiran orang-orang terdekat di tribun menjadi salah satu sumber semangat ketika bertanding di lapangan. Sang ayah, Taufik Rachmat Rakean, mengatakan bahwa keluarganya sudah terbiasa menyaksikan Evan bermain di ajang DBL sejak musim sebelumnya.
“Dari tahun lalu satu keluarga selalu nonton Evan (Evan Azka) main di DBL,” ujar Taufik.
Dukungan tersebut kembali terlihat ketika Labschool, sebutan SMA Laboratorium Percontohan UPI, menghadapi SMAN 9 Bandung dalam ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East. Tidak hanya sang ayah yang hadir di Bandung Arena. Ibu dan adik Evan juga turut datang untuk menyaksikan pertandingan. Bahkan, sang ibu tetap menyempatkan diri hadir meski baru menjalani operasi dan masih dalam masa pemulihan.
Baca Juga:Ditha Lisda, Alumni Sembilan yang Kini Berjuang dari Pinggir LapanganChelsea Aurelia Memburu Gelar Juara pada Musim Terakhir Bersama SMAK
“Mamanya barusan operasi. Harusnya nggak boleh berdiri dan aktivitas berat. Tapi, mamanya pengin banget buat nonton si Evan ini main. Terus adiknya juga ikut pengin nonton. Jadinya satu keluarga deh nonton Evan main,” ungkap Taufik.
Sejak Evan memutuskan untuk menekuni basket, orang tuanya memberikan dukungan tanpa memberikan tekanan berlebihan. Sang ayah justru selalu mengingatkan agar Evan tetap memperhatikan pendidikan di tengah kesibukannya sebagai student athlete. Menurut Taufik, status sebagai student athlete membuat pendidikan tetap menjadi bagian penting yang tidak boleh ditinggalkan.
“Ya balik lagi. Konsep DBL ini kan student athlete. Ada kata student di depan jadinya ya akademik dulu baru hobi. Saya dari awal senang ketika tahu Evan itu pengin main basket. Saya dukung dan bantu dia untuk berkembang juga,” jelasnya.
Dukungan tersebut tidak berhenti pada kehadiran di tribun. Taufik juga membantu Evan ketika sang anak mulai menunjukkan keinginan untuk mengembangkan kemampuan bermain basket secara lebih serius.
“Lambat laun saya tanya ke Evan, mau nggak ikut klub. Kalau mau papa siap buat support. Dia mau, ya sudah saya bantu carikan klub,” ceritanya.
