GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya” Tutup Rangkaian di Bandung, Hadirkan 150 Koleksi Sarimbit Lebaran

GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya” Tutup Rangkaian di Bandung, Hadirkan 150 Koleksi Sarimbit Lebaran
GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya” Tutup Rangkaian di Bandung, Hadirkan 150 Koleksi Sarimbit Lebaran
0 Komentar

Owner Ethica Group, Nur Amalia, menegaskan berbagai pencapaian perusahaan tidak terlepas dari upaya memperluas jangkauan produk sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha di industri fashion muslim.

Sarimbit Tak Sekadar Seragam Keluarga

Di tengah perkembangan industri fashion muslim, sarimbit dinilai masih memiliki pasar yang kuat. Namun, karakter konsumennya mengalami perubahan.

Konsumen kini semakin selektif dalam menentukan busana yang akan dikenakan, termasuk mempertimbangkan bahan, harga, kenyamanan, fungsi pakaian setelah Lebaran, hingga tingkat eksklusivitas desain.

Baca Juga:Bukan Sekadar Konser, Timeless Project Ajak Penonton Bernostalgia Lewat Musik Era 2000-anAMazing Build Fest Hadir di Bandung, PT AMBPI Perkuat Komunikasi dan Edukasi Pelanggan

“Yang berubah adalah perilaku konsumennya. Konsumen sekarang jauh lebih selektif. Mereka tidak hanya melihat apakah desainnya bagus, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan bahan, harga, fungsi setelah Lebaran, sampai seberapa eksklusif desain tersebut,” tuturnya.

Kondisi tersebut membuat konsep sarimbit juga ikut berkembang. Busana keluarga tidak lagi harus dibuat dengan model yang sama persis untuk seluruh anggota keluarga.

Sebaliknya, setiap anggota keluarga dapat memiliki karakter busana masing-masing, tetapi ketika dikenakan secara bersamaan tetap terlihat harmonis sebagai satu kesatuan.

Ethica Group pun menghadirkan sejumlah pilihan dengan pendekatan tersebut, di antaranya Shafa Series dari Ethica yang mengusung konsep one set atasan dan rok dengan tampilan lebih casual.

Sementara dari lini Seply, terdapat Adiba Series yang menggunakan kombinasi dobby silk sehingga memberikan karakter lebih feminin dan anggun.

“Jadi sarimbit tetap sangat relevan, tetapi ekspektasi konsumennya sekarang semakin tinggi,” ujarnya.

Pasar Menantang, Brand Dituntut Semakin Punya Identitas

Di sisi lain, kondisi pasar fashion saat ini diakui cukup menantang. Banyaknya pilihan brand, ditambah kemudahan konsumen membandingkan produk melalui marketplace dan social commerce, membuat persaingan semakin dinamis.

Baca Juga:Teras Suara Simbadda Hadir di Bandung, Saat Speaker Tak Sekadar Jadi Pelengkap HiburanFortune Indonesia 100 Tahun 2026 Apresiasi bank bjb, Inovasi Jadi Penggerak Pertumbuhan

Konsumen dapat melihat desain, material, hingga harga dari berbagai produk hanya dalam waktu singkat.

Namun, kondisi tersebut dinilai tidak semata-mata sebagai tantangan, melainkan juga menjadi momentum bagi pelaku industri fashion untuk kembali memperkuat alasan mengapa konsumen memilih sebuah brand.

“Memang kita tidak bisa menutup mata bahwa kondisi market tahun ini cukup menantang. Konsumen semakin selektif, pilihan brand semakin banyak, dan melalui marketplace maupun social commerce konsumen bisa membandingkan desain dan harga dengan sangat cepat,” katanya.

0 Komentar