Persaingan dengan perguruan tinggi negeri dan daya beli masyarakat disebut sebagai faktor yang turut memengaruhi. Meski demikian, USB YPKP terus memperluas akses pendidikan melalui skema bantuan. Tahun ini, sebanyak 69 mahasiswa diterima melalui KIP Kuliah. Beasiswa Bakti Sangga Buana juga diberikan kepada sekitar 30 mahasiswa setiap tahunnya.
Di sisi lain, USB YPKP mulai memperkuat jejaring internasional. Tahun ini kampus menerima tujuh mahasiswa asing dari Somalia, Kenya, dan Sudan. Mereka tersebar di program studi Magister Manajemen, Teknik Informatika, Administrasi Bisnis, dan Ilmu Komunikasi. Wakil Rektor III Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A. menyampaikan, peluang kerja sama pendidikan internasional masih terus dibuka. “Untuk tahun ini ada tujuh mahasiswa internasional. Ada dari Somalia, Kenya, dan Sudan,” katanya.
Rangkaian PKKMB berlangsung selama tiga hari. Hari pertama diisi materi bela negara dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Hari kedua digelar USB Day, sementara hari ketiga diisi sosialisasi Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) serta pemeriksaan kesehatan.
Baca Juga:Mira Widyawati: Hak Korban Selamat KMP Virgo Transport 8 Jangan DiabaikanSMA Negeri 1 Nagreg Bergerak Serentak Sambut World Clean Up Day
Ketua Panitia Daniel Paulus Evert, S.Ikom., M.I.Kom. menjelaskan, konsep yang diusung tahun ini adalah experience and engagement. “Selain mengikuti arahan dari Dikti, tahun ini kami mengusung konsep experience and engagement. Bagaimana mahasiswa baru tidak hanya datang sebagai peserta, tapi mereka juga dilibatkan,” ujarnya.
Dengan pendekatan itu, PKKMB USB YPKP Bandung diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun karakter mahasiswa yang adaptif, kolaboratif, berintegritas, sekaligus peduli terhadap keberlanjutan lingkungan kampus. (bbs)
