Meski tidak pernah merasakan DBL sebagai pemain, Azka tetap mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan kompetisi tersebut melalui profesinya sebagai pelatih.
Baginya, pengalaman itu tetap memiliki arti tersendiri. Ia bisa melihat secara langsung bagaimana para pemain SMA mempersiapkan diri, belajar menghadapi pertandingan, dan berkembang dari waktu ke waktu.
“Pastinya ya. Kalau tahu DBL itu sebesar ini dan selalu ditunggu-tunggu sama anak SMA, ya saya jadinya ingin ikut DBL sebagai pemain. Walaupun yang benar-benar serius di basket cuman beberapa orang, tetap akan diusahakan buat ikut dan merasakan langsung main di DBL itu seperti apa,” cerita pelatih yang masih berusia 25 tahun tersebut.
Baca Juga:Si Kembar Keagan Kejar Jejak Sang Kakak, Ingin Tutup Musim Terakhir dengan Gelar DBLMusim Terakhir Pepen Bersama Niners, Misi Mempertahankan Gelar Belum Usai
Namun, alih-alih terus memikirkan pengalaman yang tidak pernah ia miliki, Azka memilih menikmati perannya sekarang. Menjadi pelatih membuatnya bisa berada cukup dekat dengan dunia yang dahulu tidak sempat ia kenal ketika SMA.
“Senang pastinya bisa bersama anak-anak. Bisa jadi bagian proses belajar mereka menjadi pemain dan pribadi yang lebih baik lagi,” terangnya.
Bersama Labschool UPI, Azka juga menemukan alasan lain mengapa profesinya sebagai pelatih terasa menyenangkan.
Ia dapat menyaksikan perkembangan pemain sejak awal. Dari yang sebelumnya belum memahami banyak hal tentang basket, perlahan mereka mulai mengerti permainan dan mampu menunjukkan perkembangan di lapangan.
“Mereka punya semangat untuk belajar, dari yang awalnya belum tahu apa-apa sekarang mereka sudah mengerti. Pastinya menyenangkan ya bisa melihat perjalanan mereka dari awal sampai sekarang,” ceritanya.
Perjalanan tersebut mulai membuahkan hasil pada pertandingan pertama musim ini. Tim putra Labschool UPI berhasil meraih kemenangan atas SMAN 2 Majalaya dengan skor 27-6.
Tidak hanya meraih kemenangan, seluruh pemain utama Labschool UPI juga berhasil mencatatkan nama mereka di kolom poin pada lembar statistik.
Dhiazkia Putra menjadi pencetak angka terbanyak dengan torehan delapan poin.
Baca Juga:Dari Sepak Bola ke Basket, Seviour Menemukan Ruang untuk Terus BertumbuhPendaftaran Magang IM Japan di Kabupaten Tasikmalaya Diperpanjang, Tawarkan Berbagai Manfaat
Kemenangan tersebut membawa Labschool UPI melangkah ke pertandingan berikutnya. Mereka akan menghadapi pemenang dari laga SMAN 9 Bandung melawan SMA BPK Penabur Holis Bandung.
