“Nah, kalau dulu kan treatment-nya sambil belajar ngaji. Sambil diisi rohani, nah kalau dulu,” tuturnya.
Setelah mengikuti program hapus tattoo gratis, Dimas mengaku memiliki rencana untuk terus memperbaiki diri. Ia menegaskan, keinginannya bukan hanya menghapus tattoo, tetapi juga berusaha tetap istiqomah dalam menjalani proses hijrah.
“Oh iya, jelas itu mah. Dari dulu pertama saya mau hapus tato tuh, pertamanya udah kembali mau balik ke jalan yang benar aja. Sampai sekarang saya alhamdulillah, begitu ada kabar lagi (ikutan lagi). Mudah-mudahan istiqomah terus,” tegasnya mantap.
Baca Juga:Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 TriliunBangka Sepeda Perluas Usaha, Buka Store Kedua di Kota Bandung
Cerita serupa datang dari peserta hapus tattoo gratis di Masjid Jaza lainnya, Immanuel Wanggai (47). Pria yang menjadi mualaf sejak 2015 itu mengatakan keikutsertaannya dalam program Hijrah Care tersebut didorong keinginan untuk menghilangkan gambar tattoo yang masih memenuhi bagian tubuhnya.
Bagi Immanuel, program hapus tattoo gratis juga menjadi momentum untuk semakin memantapkan hati dalam berhijrah sekaligus memperdalam pengetahuan mengenai Islam. Ia ingin proses menghapus tattoo tersebut berjalan seiring dengan upayanya memperbaiki diri.
“Alhamdulillah sekarang tinggal ngilangin tattoo yang gede ini ya, karena saya benar-benar ingin memantapkan diri dan hati untuk kembali ke jalan yang benar. Karena itu, saya ikut program ini untuk membersihkan tubuh saya dari tattoo,” ungkapnya.
Iman, sapaan akrab Immanuel, berharap hapus tattoo gratis yang diikutinya dapat menjadi salah satu langkah untuk membuat dirinya semakin mantap menjalani proses hijrah. Ia juga ingin terus menjaga keistiqomahan setelah mengikuti program tersebut.
“Pengen lebih mantap aja dalam berhijrah, Istiqomah lah ya,” kata Iman sembari tertawa kecil. Tidak hanya mendapatkan layanan hapus tattoo gratis, Iman juga mengaku senang karena kegiatan di Masjid Jaza turut diisi dengan kajian Islam dan belajar mengaji. Baginya, rangkaian kegiatan tersebut memberikan suasana yang membuat dirinya merasa lebih tenang dalam menjalani proses hijrah.
“Sangat senang, antusias sekali apalagi pas belajar ngaji. Insyaallah saya pengen khatam Alqur’an,” pungkasnya.
