Saat itu, jadwal latihan dan pertandingan yang padat membuat aktivitas hariannya semakin penuh. Ia bahkan harus membagi waktu sejak sebelum sekolah hingga malam hari.
“Waktu kelas 11 SMA sih. Itu jadwal latihan sama tanding lagi padat banget. Ada kali sebelum sekolah itu sempat latihan dulu, terus sorenya ada latihan lagi. Malamnya aku mengerjakan tugas sama belajar buat ulangan gitu,” terangnya.
Padatnya rutinitas tersebut sempat membuat Seviour berada di titik jenuh. Namun, dukungan orang tua membantunya tetap menjalani proses tersebut.
Baca Juga:Dari Gugup Jadi Tambahan Tenaga, Orang Tua Jadi Mood Booster Nabil di DBLDebut Cikal di DBL Jadi Momen Tak Terduga, Satu Keluarga Besar Hadir di Tribun
Alih-alih memberikan tekanan, kedua orang tuanya justru mengingatkan Seviour untuk menjaga kondisi tubuh dan tetap menikmati perjalanan sebagai student-athlete.
“Orang tua dari awal mendukung aku banget. Mereka cuman bilang apa saja yang aku lakukan dengan happy bakal didukung. Jadinya waktu itu aku ya berusaha buat nggak sakit aja. Menjaga badanku lah,” ceritanya.
Seviour memiliki latar belakang keluarga yang cukup beragam. Ia merupakan keturunan Nigeria dan Cirebon. Sang mama merupakan warga asli Cirebon, sementara papanya berasal dari Nigeria.
Meski memiliki darah Nigeria dari sang ayah, keputusan untuk menekuni basket tidak datang karena pengaruh keluarga. Seviour justru memilih olahraga tersebut atas keinginannya sendiri.
“Walaupun ada darah Nigeria dari papa, papa aku nggak yang olahraga begitu. Main bola atau basket juga nggak. Jadi ini (memilih basket) benar-benar pilihan aku dari awal tanpa ada arahan dan cuman didukung saja,” tandasnya.
Dari sebuah ajakan teman ketika SMP, basket kemudian berkembang menjadi bagian penting dalam kehidupan Seviour. Kini, ia berada di musim terakhirnya bersama Penabur Cirebon dengan pengalaman yang jauh lebih panjang.
Karena itu, ada satu target yang ingin ia wujudkan sebelum benar-benar meninggalkan panggung DBL sebagai pemain SMA. Seviour ingin mempersembahkan gelar untuk almamaternya sekaligus menutup perjalanan sekolah dengan cerita yang manis.
Baca Juga:Panggung AQUA DBL Dance West Java-East Cara Anak Muda Merayakan Musik IndonesiaDebut Satya Ghaysan bersama SMA Taruna Bakti Bandung di Honda DBL with Kopi Good Day
Langkah pertama Seviour bersama Penabur Cirebon di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East juga berjalan positif.Tim putra Penabur Cirebon berhasil mengalahkan SMAN 1 Cimahi dengan skor 55-13.
