JABAR EKSPRES – Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung, mengaku bahwa pihaknya kini tengah mewaspadai munculnya gas metana dalam insiden kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Punclut, Kota Bandung, Senin, 14 September 2026.
Menurut Kadiskarmatan Kota Bandung, Soni Bakhtiar, bahwa pihaknya kini tengah mewaspadai kembali munculnya kobaran api di lahan tersebut akibat timbunan gas metana dari tumpukan sampah yang telah terlalu lama.
“Kita mengantisipasi jangan sampai ada timbunan gas metan dari tumpukan sampah yang cukup lama. Ini juga sedang kita asesmen apakah ada gas metananya apa tidak,” katanya, Selasa, (15/9).
Baca Juga:MOD Arcade Bandung Buka 24 Jam dengan Fasilitas Gaming hingga RestoTower 30 Meter Roboh Saat Dibongkar, Satu Pekerja Tewas dan Satu Luka Parah
Soni menjelaskan, tumpukan sampah yang telah terlalu lama berpotensi menimbulkan terjadinya timbunan gas metana. Oleh itu, ia meminta kepada masyarakat khususnya yang berada di lokasi sekitar untuk tetap berhati-hati.
“Setiap tumpukan sampah pasti ada gas metananya. Mau itu kompos, mau itu sampah, pasti ada gas metananya. Oleh karenanya, berhati-hatilah pada saat melakukan pembakaran sampah, apalagi di tempat pembuangan sampah. Ini sangat membahayakan,” ungkapnya.
Maka dari itu, Soni mengimbau kepada masalah agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah khususnya saat musim kemarau seperti ini.
“Kami sudah sering mengimbau pada warga masyarakat di musim kemarau ini jangan melakukan pembakaran sampah. Karena takut itu merembet ke lahan-lahan lain yang kosong atau rumput-rumput liar, ilalang yang sudah mengering,” imbuhnya.
Berdasarkan informasi yang didapat, kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Punclut, Kota Bandung tersebut, diduga terjadi akibat adanya pembakaran sampah di lokasi kejadian.
Lahan yang kering akibat musim kemarau, diduga menjadi penyebab utama dari meluasnya kobaran api di lokasi kejadian.
Kini untuk penanganan kebakaran lahan di kawasan Punclut, Kota Bandung, tersebut, telah memasuki tahap pendinginan. Namun petugas masih mewaspadai munculnya kobaran api.
Baca Juga:WALHI Jabar Soroti Rencana Turnamen Offroad Piala Panglima TNI di Ciwidey Bandung, Desak Dihentikan PGN Perkuat Strategi Komersial Guna Perluas Pasar dan Konektivitas Gas Bumi Nasional
“Kurang lebih 40.000 liter air digunakan (saat pemadaman). Untuk kesulitannya, medannya itu curam dan juga rawan longsor,” tutur Soni.
