Dari sisi pasokan, PGN terus memperkuat portofolio untuk mendukung ekspansi pasar. Salah satunya melalui tambahan alokasi gas dari Wilayah Kerja Tungkal di Sumatera yang dapat diintegrasikan dengan infrastruktur eksisting PGN.
Melihat peluang energi masa depan, PGN juga aktif menjajaki sumber-sumber pasokan baru, termasuk potensi pemanfaatan Coalbed Methane (CBM) atau gas metana batubara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Penyaluran CBM diproyeksikan dapat tumbuh secara bertahap mulai dari 1 MMSCFD hingga mencapai 25 MMSCFD.
Selain CBM, PGN juga menjajaki potensi pengembangan biomethane yang bersumber dari limbah kelapa sawit serta Synthetic Natural Gas (SNG). Diversifikasi sumber pasokan tersebut menjadi bagian dari upaya PGN memperkuat keberlanjutan pasokan sekaligus menangkap peluang pengembangan energi dan pasar gas bumi ke depan.
Baca Juga:Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Barat, BCA Syariah Hadirkan “Jemput Berkah” di BCA Expo BandungiCAR V23 Mejeng di GIIAS Bandung 2026, Bidik Konsumen Jawa Barat dengan SUV Listrik Bergaya Retro
Menurut Aldiansyah, perluasan pasar dan penguatan pasokan harus berjalan beriringan agar pertumbuhan demand tetap didukung oleh keandalan layanan.
“Ke depan, PGN akan terus mengoptimalkan ekosistem gas bumi secara terintegrasi, mulai dari penguatan sumber pasokan dan infrastruktur hingga pengembangan pelanggan. Dengan demikian, ekspansi pasar tidak hanya menghasilkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperluas pemanfaatan gas bumi untuk mendukung aktivitas masyarakat dan industri di berbagai daerah,” tutup Aldiansyah.
