Partisipasi olahraga yang dibangun DBL Indonesia lewat kompetisi basket pelajar dalam perjalanannya bisa menjadi pintu masuk menuju prestasi basket nasional. Dalam beberapa tahun terakhir banyak anak-anak yang talentanya ditemukan lewat panggung kompetisi DBL berhasil menjadi tulang punggung timnas basket Indonesia (senior maupun kelompok umur, 5on5 maupun 3×3) dan membawa prestasi membanggakan untuk tanah air.
Bagi DBL Indonesia, dampak olahraga juga tidak berhenti pada lahirnya atlet. Selama penyelenggaraan kompetisi basket pelajar DBL, banyak pemain mendapatkan pengalaman mengenai disiplin, kerja sama, sportivitas, menghadapi kegagalan, hingga membangun keberanian dan kepercayaan diri.
Apalagi DBL Indonesia selama ini meyakini 99 persen anak-anak yang terlibat di kompetisi DBL tak akan menjadi atlet profesional. Tapi mereka diharapkan menjadi profesional di berbagai bidang. Meskipun hanya 1 persen tapi sejatinya jumlah itu sangat banyak. Sebab dalam satu musim rata-rata ada lebih dari 42.000 partisipan yang terlibat di kompetisi DBL.
Baca Juga:Honda DBL Bogor Hadirkan BeAT on BeAT Roadshow, Ajak Pelajar Kenali #Cari_AmanBadai Lumpuhkan Listrik Chicago, Micah Puji Semangat Anak-Anak DBL All-Star Tiga Jam Berlatih Dalam Gelap
Karena itu, DBL Indonesia memandang momentum Haornas 2026 sebagai kesempatan untuk memperluas cara pandang terhadap pembangunan olahraga nasional. Bukan sebatas fokus pada prestasi tapi juga pentingnya membangun fondasi partisipasi.
“Beri semakin banyak sekolah kesempatan untuk berkompetisi. Bangun semakin banyak ruang bagi masyarakat untuk terlibat. Karena semakin besar partisipasi, semakin besar pula kemungkinan kita melahirkan prestasi,” pungkas Azrul. (*)
