JABAR EKSPRES – Perselisihan antara pengemudi ojek online (ojol) dan pengemudi blind van putih yang sempat memicu aksi kejar-kejaran di sejumlah ruas jalan Kota Bandung, Minggu (6/9/2026), akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry Adi Pradana mengatakan, insiden tersebut bermula dari perselisihan antara kedua pengemudi di jalan. Situasi kemudian memanas setelah pengemudi ojol meneriaki pengemudi blind van dengan tudingan “tabrak lari”.
“Diawali dari perselisihan kata di jalan hingga karena memang emosi, salah satu emosi yang pengemudi roda dua sehingga meneriaki kepada roda empat ini (pengemudi blind van) ‘tabrak lari’,” ujar Fiekry, Rabu (9/9).
Baca Juga:Pameran “Setanah Tak Diam” di Bandung Ajak Publik Memahami Perubahan Lingkungan dan Risiko BencanaPenerbangan Kembali Dibuka, Pemprov Jateng Siap Sambut Kedatangan Kafilah MTQ Nasional 2026
Menurut Fiekry, teriakan tersebut membuat pengemudi blind van berinisial M (19) panik dan langsung memacu kendaraannya. Teriakan itu juga didengar sejumlah pengendara lain yang kemudian ikut melakukan pengejaran.
Fiekry menjelaskan, pada awal kejadian sebenarnya tidak terdapat insiden tabrak lari. Namun, situasi berkembang setelah massa ikut mengejar kendaraan tersebut hingga akhirnya terjadi sejumlah kecelakaan.
“Padahal (awalnya) tidak terjadi tabrak lari sehingga mengundang massa, keliling-keliling mobil dikejar oleh massa sampai betul terjadi tabrak mobil, tabrak motor hingga pejalan kaki, dan berakhir di Mako Polrestabes Jalan Jawa,” jelasnya.
Dalam rangkaian kejadian tersebut, tercatat dua mobil, tiga sepeda motor, dan seorang pejalan kaki menjadi pihak yang terdampak.
Meski demikian, Fiekry memastikan seluruh persoalan telah diselesaikan. Pengemudi blind van M (19) dan pengemudi ojol bernama Dani juga telah dipertemukan untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi.
“Dan dengan semuanya sudah clear, alhamdulillah sudah (selesai) secara kekeluargaan,” katanya.
Pengemudi Ojol Minta Maaf
Dalam pertemuan tersebut, Dani menyampaikan permohonan maaf kepada M karena telah meneriakinya dengan tudingan “tabrak lari”.
Baca Juga:Jadi Lokus Studi Lemhannas RI, Jawa Tengah Dinilai Konsisten Kembangkan EBTErupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Pemprov Jateng Siapkan Jalur Alternatif Kafilah MTQ
“Dengan ini saya minta maaf sekali dan ke depannya untuk pihak-pihak yang suka ugal-ugalan di jalan, saya minta untuk jangan arogan. Saya ini awalnya tersulut emosi kata-kata, makanya meneriaki seperti itu,” ujar Dani.
Pengemudi Blind Van Akui PanikSementara itu, M juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi. Ia mengaku panik setelah diteriaki “tabrak lari” oleh Dani.
