BYD memperkirakan jumlah tenaga kerja dapat mencapai lebih dari 20.000 orang ketika pabrik beroperasi secara penuh.
Hal ini sekaligus menunjukkan besarnya dampak investasi kendaraan listrik terhadap industri pendukung dan tenaga kerja di Indonesia.
Penjualan BYD di Indonesia Hampir Tembus 100 Ribu Unit
Liu juga mengungkap perkembangan penjualan BYD di pasar Indonesia.
Baca Juga:Mitsubishi Pajero Terbaru Muncul dengan Wajah Baru, Intip SpesifikasinyaUpdate Harga HP Samsung Terbaru September 2026, dari Galaxy A hingga Z
Hingga saat ini, penjualan BYD di Indonesia disebut telah mendekati 100.000 unit.
Perusahaan bahkan memasang target yang jauh lebih tinggi untuk tahun berikutnya, yakni mencapai 200.000 unit.
“Jumlah penjualan BYD di Indonesia sudah hampir 100.000 unit. Kami punya target di tahun depan menjadi 200.000 unit,” ujar Liu.
Dengan adanya fasilitas produksi lokal, BYD kini memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas pasokan sekaligus memperkuat kehadirannya di pasar kendaraan listrik Indonesia.
Pemerintah Dorong Percepatan Transformasi Kendaraan Listrik
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai investasi BYD memiliki peran penting dalam mendorong transformasi industri otomotif Indonesia menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Menurutnya, perkembangan pasar kendaraan listrik perlu didukung dengan penguatan industri dan ekosistem di dalam negeri.
“Transformasi market menuju green mobility harus lebih cepat. Beliau (Presiden Prabowo) menyampaikan BYD harus sukses di Indonesia,” kata Agus.
Baca Juga:Puasa 2027 Tinggal Berapa Bulan Lagi? Cek Perkiraan Awal Ramadhan 1448 HData Desil Tidak Sesuai Kondisi Ekonomi? Ini Cara Ubah Desil Lewat HP
Agus juga menyinggung proses panjang yang diperlukan hingga investasi tersebut terealisasi dan fasilitas produksi BYD dapat berdiri di Indonesia.
Ia turut menyebut peran Luhut Binsar Pandjaitan dalam mengawal sejumlah investasi strategis, termasuk investasi BYD.
“Realisasi investasi hingga berdirinya pabrik BYD di Indonesia, ini merupakan proses yang sangat panjang,” ujarnya.
“Bapak Luhut berperan penting dalam mengawal berbagai investasi strategis, termasuk BYD, salah satunya dengan pengawalan langsung dengan mengunjungi pabrik BYD di Shenzhen,” lanjut Agus.
Indonesia Berpeluang Jadi Basis Produksi Mobil Listrik
Beroperasinya pabrik BYD Subang menandai perubahan penting dalam strategi BYD di Indonesia.
Dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 unit per tahun dan seluruh tahapan utama produksi yang dilakukan di dalam negeri, fasilitas tersebut berpotensi memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.
Kehadiran pabrik ini juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan impor sekaligus membuka peluang pengembangan industri komponen dan rantai pasok kendaraan listrik di Indonesia.
